Pro Kontra Penampilan Nicki Minaj di Festival Arab Saudi

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Musikus Nicki Minaj berpose saat menghadiri peragaan busana Oscar de la Renta dalam New York Fashion Week di New York, Amerika Serikat, 11 September 2018. (Photo by Charles Sykes/Invision/AP)

    Musikus Nicki Minaj berpose saat menghadiri peragaan busana Oscar de la Renta dalam New York Fashion Week di New York, Amerika Serikat, 11 September 2018. (Photo by Charles Sykes/Invision/AP)

    TEMPO.CO, Jakarta - Bintang pop Amerika Serikat Nicki Minaj akan tampil di Arab Saudi bulan ini, dalam festival budaya Jeddah Season.

    Penyelenggara Saudi mengatakan pada konferensi pers Rabu kemarin bahwa Minaj, yang nama aslinya adalah Onika Tanya Maraj, akan menjadi bintang utama festival itu pada 18 Juli, menurut laporan Al Jazeera, 5 Juli 2019.

    Minaj dikenal karena penampilannya yang unik, flamboyan dan erotis. Video-video musiknya sering menampilkan sentuhan sensual, pakaian ketat, dan tarian yang provokatif. Liriknya penuh dengan kata-kata kotor dan lagu-lagu Minaj terutama membahas seks.

    Baca juga: Bioskop Pertama Arab Saudi Resmi Dibuka

    Konser tersebut, sesuai dengan hukum Saudi, akan bebas alkohol dan obat-obatan, terbuka untuk orang berusia 16 dan lebih tua dan akan berlangsung di King Abdullah Sports Stadium di kota Laut Merah.

    Arab Saudi menjanjikan visa elektronik cepat untuk pengunjung internasional yang ingin hadir.

    Media lokal melaporkan acara utama, yang akan disiarkan di MTV, juga akan menampilkan musisi Inggris Liam Payne dan DJ Amerika Steve Aoki.

    Baca juga: Arab Saudi: Bioskop Sediakan 90 Ribu Lapangan Pekerjaan

    Sementara pengumuman untuk Payne dan Aoki yang diunggah di akun Twitter Jeddah Season menampilkan foto-foto para artis. Pengumuman penampilan Nicki Minaj ditayangkan dengan gambar animasi namanya.

    Namun konfirmasi penampilannya baru diumumkan pada konferensi pers hari Rabu.

    Pengumuman itu memicu pro kontra di media sosial, mulai dari suka cita hingga kritik dan kekecewaan.

    Salah satu penggemar mengunggah video Minaj dengan judul: "Apakah saya bermimpi atau ini benar-benar terjadi?", Sementara beberapa yang lain mengunggah gambar Minaj yang dipoles dengan pakaian tradisional Saudi.

    Dalam video Twitter yang telah ditonton lebih dari 37.000 kali, seorang perempuan Saudi yang mengenakan jilbab longgar menuduh pemerintah Saudi munafik karena mengundang Minaj untuk tampil, tetapi mengharuskan perempuan yang menghadiri konser untuk mengenakan pakaian jubah yang dikenal sebagai abaya.

    "Dia akan pergi dan menggoyang bokongnya dan semua lagunya tidak senonoh dan tentang seks dan pantat gemetar dan kemudian Anda menyuruh saya mengenakan abaya," kata perempuan Saudi itu. "Apa apaan?"

    Baca juga: Gara-gara Pertunjukkan Sirkus, Kepala Hiburan Arab Saudi Dipecat

    Penampilan Minaj mendatang muncul ketika kerajaan Saudi berusaha melonggarkan beberapa pembatasan pada hiburan di bawah reformasi sosial utama Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

    Pada April 2018, Riyadh membuka bioskop pertama setelah larangan 35 tahun bioskop dicabut.

    Selama beberapa bulan terakhir, Arab Saudi telah menggelar pertunjukan sejumlah penyanyi top termasuk Mariah Carey, Enrique Iglesias, Black Eyed Peas dan Sean Paul, serta DJ David Guetta dan Tiesto.

    Konser semacam itu merupakan perubahan besar dan kontradiktif ketika polisi moral Saudi akan mendatangi rumah yang memainkan musik keras.

    Laporan pada bulan Juni mengungkapkan bahwa Otoritas Hiburan Umum kerajaan Arab Saudi sedang menyelidiki pembukaan klub malam yang tidak sah di Jeddah, menunjukkan ada beberapa kebingungan di sekitar pelaksanaan reformasi baru.

    Baca juga: 5 Terobosan Arab Saudi untuk Perempuan

    Nicki Minaj sendiri belum mengomentari penampilan mendatang, meski ini bukan penampilan pertamanya di Timur Tengah. Sebelumnya ia pernah tampil di Uni Emirat Arab pada 2013.

    Pada 2015, Nicki Minaj tampil di sebuah acara Natal di Angola meskipun ada permintaan dari kelompok hak asasi manusia untuk membatalkan konser. Kelompok hak asasi manusia mengatakan uang untuk membayar Nicki Minaj berasal dari korupsi pemerintah dan pelanggaran HAM.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.