Perayaan 4 Juli Diwarnai Pidato Donald Trump dan Pameran Tank

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden A.S. Donald Trump menyaksikan atraksi pesawat di acara

    Presiden A.S. Donald Trump menyaksikan atraksi pesawat di acara "Salute to America" selama perayaan Hari Kemerdekaan 4 Juli di Lincoln Memorial di Washington, D.C., AS, 4 Juli 2019. [REUTERS / Carlos Barria]

    TEMPO.CO, Jakarta - Di bawah guyuran hujan, Presiden Donald Trump berpidato saat perayaan hari kemerdekaan Amerika Serikat pada 4 Juli atau yang dikenal Fourth of July.

    Perayaan 4 Juli ini mengundang kontroversi dan kritikan, bahkan di kalangan perwira tinggi militer AS karena penggunaan militer yang dikhawatirkan menjadi ajang politik.

    Baca juga: Perwira Militer AS Cemas 4 Juli Jadi Ajang Politik Donald Trump

    "Kita harus maju sebagai bangsa dengan satu tujuan yang sama," kata Trump, saat berpidato di National Mall, dikutip dari CNN, 5 Juli 2019.

    "Selama kita tetap setia pada jalan kita, selama kita mengingat sejarah besar kita, selama kita tidak pernah berhenti berjuang untuk masa depan yang lebih baik, maka tidak akan ada yang tidak bisa dilakukan Amerika," tegas Trump.

    Anggota Divisi Infanteri ke-3 Angkatan Darat AS, Batalion 1, Resimen Lapis Baja ke-64 yang bermarkas di Fort Stewart, Georgia membantu memindahkan Tank Bradley Fighting Vehicle ke tempatnya di Lincoln Memorial menjelang perayaan Fourth July yang menyoroti kekuatan militer AS di Washington, AS, 3 Juli 2019. [REUTERS / Jim Bourg]

    Trump menyampaikan pidato 20 menit tentang penghormatan bagi sejarah awal bangsa dan militernya, setelah atraksi pesawat pengawal Air Force One. Namun dia juga berbicara tentang kemajuan terbaru dalam hak-hak sipil dan kesetaraan gender. Trump juga menyatakan bendera Amerika akan segera ditancapkan di Mars.

    Menjelang pidatonya, banyak orang menganggap perayaan 4th July tahun ini menjadi ajang politik Trump. Ajudan Gedung Putih dilaporkan membagikan tiket untuk menghadiri perayaan kemerdekaan di Washington.

    Baca juga: Gedung Putih Mengkritik Putusan Pengadilan Soal Imigran

    Pada Kamis malam, mayoritas massa yang memakai topi merah "Make America Great Again", telah berkumpul di dekat Lincoln Memorial untuk mendengar pidato presiden.

    "Ketika kita berkumpul malam ini dalam suka cita kebebasan, kita ingat bahwa kita semua berbagi warisan yang benar-benar luar biasa," kata Trump dalam sambutannya. "Bersama-sama, kita adalah bagian dari salah satu kisah terhebat yang pernah diceritakan - kisah Amerika."

    Dalam kerumunan yang lebih dekat, Trump memuji setiap cabang militer ketika pesawat dari armadanya, termasuk pembom siluman B-2 dan Blue Angels, mengudara di atas kepala, menyebabkan gedung-gedung Washington bergetar dan bergemuruh.

    Band militer dari setiap cabang militer mengumandangkan lagu-lagu korps mereka. Tank-tank M1 Abrams yang diangkut dengan rel berat dipajang.

    Akan ada sekitar 750 hingga 800 personel militer yang ambil bagian dalam perayaan itu, kata seorang pejabat pertahanan . Itu tidak termasuk 900 ratus anggota DC National Guard yang diaktifkan untuk mengawasi lalu lintas dan keamanan di jalan-jalan, serta sistem kereta bawah tanah.

    Latihan militer diadakan selama perayaan Hari Kemerdekaan 4 Juli di Washington, D.C., AS, 4 Juli 2019.[REUTERS / Joshua Roberts]

    Perayaan Fourth of July ala Trump berbeda dari perayaan sebelumnya. Biasanya 4 Juli ditandai dengan piknik untuk anggota militer dan keluarga mereka di Gedung Putih South Lawn, diikuti dengan melihat kembang api di atas Monumen Washington.

    Lazimnya presiden AS tidak menyampaikan komentar publik saat 4 Juli, apalagi pidato di National Mall. Namun perayaan tahun ini diwarnai dengan parade militer.

    Hal itu menimbulkan kekhawatiran bahkan di kalangan petinggi militer AS bahwa pangkat mereka dapat dipolitisasi, menurut orang-orang yang mengetahui masalah tersebut. Dalam perencanaan untuk acara tersebut, para pemimpin Pentagon ragu tentang penempatan tank atau kendaraan lapis baja lainnya pada layar media, ungkap sumber yang mengetahui langsung situasi tersebut mengatakan.

    Baca juga: Trump Minta Dana Militer AS, Cina, Rusia Dicukur untuk Perdamaian

    Beberapa komandan militer tertinggi dari masing-masing cabang tidak hadir dan malah mengirim perwakilan, meskipun beberapa mengatakan mereka memiliki rencana sebelum acara tersebut.

    Pajangan militer yang diminta Donald Trump meliputi atraksi pesawat, tank, dan unit seremonial lainnya seperti Old Guard Fife dan Drum Corps, Band Angkatan Darat AS ("Pershing's Own") dan US Marine Corps Silent Drill Team.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.