Keluarga Korban Ethiopian Airlines Kritik Santunan Boeing

Seorang perempuan berduka di samping peti mati selama upacara penguburan para korban kecelakaan Penerbangan ET 302 Maskapai Ethiopian Airlines di Gereja Holy Trinity Cathedral di Addis Ababa, Ethiopia, 17 Maret 2019. Keluarga dan kerabat para korban merekatkan diri ke peti mati ketika mereka tiba dan mencium foto-foto orang yang dicintai. [REUTERS / Maheder Haileselassie]

TEMPO.CO, Jakarta - Keluarga korban kecelakaan Boeing 737 MAX Ethopian Airlines mengkritik santunan US$ 100 juta atau Rp 1,4 triliun dari Boeing karena tidak berkonsultasi terlebih dahulu.

Pada Rabu, beberapa keluarga korban mengaku mendapat banyak panggilan telepon dari kenalan dan kerabat setelah pengumuman Boeing, untuk menanyakan apakah mereka sudah menerima kompensasi.

"Ini tidak bisa diterima. Mereka tidak berkonsultasi dengan kami, kami baru mengetahuinya pagi ini (Rabu)," kata Quindos Karanja, seorang pensiunan guru Kenya yang istri, anak perempuan dan tiga cucunya tewas dalam kecelakaan 10 Maret, dikutip dari Reuters, 5 Juli 2019.

"(santunan) ini bukan dengan niat baik," tambahnya.

Baca juga: Boeing Janjikan Santunan 100 Juta USD untuk Korban 737 Max 8

Kecelakaan jet Boeing 737 MAX Ethiopian Airlines terjadi hanya lima bulan setelah model pesawat yang sama milik Lion Air jatuh ke laut lepas Indonesia. Dua bencana menewaskan total 346 orang, membuat maskapai seluruh dunia menghentikan operasional 737 MAX dan merugikan pasar saham Boeing senilai miliaran dolar AS.

"Ini seperti menambahkan garam ke luka...Mereka belum berkonsultasi dengan keluarga mana pun," kata pengacara Kenya Kabau-Wanyoike, yang adiknya George meninggal dalam kecelakaan Ethiopian Airlines. Keluarganya telah mengajukan gugatan terhadap Boeing, dan dia mengatakan mereka menginginkan jawaban tentang keamanan penerbangan.

"Orang tua saya sudah terganggu oleh orang-orang yang menelepon untuk bertanya 'apakah uangnya datang?'," tambahnya.

Baca juga: Kasus Hukum Lanjut Meski Boeing Sumbang Rp 1,4 Triliun ke Korban

Seorang lelaki Kenya lainnya, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya, mengatakan keluarganya juga mengkhawatirkan keamanan di sebuah negara di mana penculikan untuk tebusan sering terjadi.

"Boeing juga ingin menunjukkan bahwa mereka memiliki nama baik, tetapi mereka bisa membahayakan para korban," katanya, seraya menambahkan bahwa dia tidak menentang santunan Boeing, tetapi dia ingin santunan dilakukan dengan lebih hati-hati.

Kerabat berduka di sebelah peti mati selama upacara penguburan para korban kecelakaan Penerbangan ET 302 Ethiopian Airlines di Gereja Holy Trinity Cathedral di Addis Ababa, Ethiopia, 17 Maret 2019. REUTERS / Maheder Haileselassie

Boeing mengatakan pembayaran tahunan tidak berhubungan dengan tuntutan hukum yang diajukan oleh lebih dari 100 keluarga.

US$ 100 juta dimaksudkan untuk membantu pendidikan dan biaya hidup dan untuk memacu perkembangan ekonomi di masyarakat yang terkena dampak, kata Boeing.

"Kami di Boeing menyesal atas kematian tragis dalam kedua kecelakaan ini dan kehilangan nyawa ini akan terus membebani hati kami dan pikiran kami selama bertahun-tahun yang akan datang. Kami bersimpati kepada keluarga dan orang-orang terkasih dari mereka yang ada di pesawat, dan kami berharap itikad awal ini dapat membantu memberi mereka kenyamanan," kata Dennis Muilenburg, ketua, presiden dan CEO Boeing, dikutip dari CNN.

Baca juga: Boeing Akan Pasang Sofware Baru di Pesawat 737 MAX

Boeing tidak mengungkapkan bagaimana uang itu akan dibagikan, organisasi mana yang akan mendapat dana atau bagaimana santuna akan disalurkan kepada keluarga korban.

Nomi Husain, seorang pengacara AS yang mewakili tujuh keluarga, mengatakan kliennya, termasuk keluarga Kabau, semuanya bereaksi buruk terhadap pengumuman tersebut.

"Mereka mengatakan: 'Jika mereka ingin membantu kami, apakah mereka tidak tahu siapa kita? Apakah mereka tidak memiliki nama kita?'" katanya.

Menanggapi reaksi keluarga korban Ethiopian Airlines, juru bicara Boeing kembali menegaskan janji santunan itu benar-benar independen dari tuntutan hukum yang diajukan, untuk mendukung biaya pendidikan, kesulitan dan hidup untuk keluarga yang terkena dampak kecelakaan Boeing 737 MAX.






Lion Air Rencanakan Buka Penerbangan Umrah 4 x Seminggu Dari BIJB Kertajati

1 hari lalu

Lion Air Rencanakan Buka Penerbangan Umrah 4 x Seminggu Dari BIJB Kertajati

Lion Air berencana kembali membuka rute internasional khusus penerbangan kebutuhan ibadah umrah dari Bandara Kertajati, Majalengka (KJT), Jawa Barat.


China Terbitkan Sertifikat Jet C919, Pesaing Airbus A320neo dan Boeing 737 MAX?

5 hari lalu

China Terbitkan Sertifikat Jet C919, Pesaing Airbus A320neo dan Boeing 737 MAX?

Pihak berwenang di China memberikan sertifikat pesawat jet penumpang produksi lokal C919, sekelas Airbus A320neo dan Boeing 737 MAX.


Bandara Kertajati Layani Penerbangan Umrah pada November, Begini Persiapan AP II

10 hari lalu

Bandara Kertajati Layani Penerbangan Umrah pada November, Begini Persiapan AP II

Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat, akan kembali melayani penerbangan umrah pada November 2022 mendatang. Bagaimana persiapannya?


Berikan Pernyataan Sesat Soal Kecelakaan 737 Max Lion Air dan Ethiopia, Boeing Didenda Rp3 Triliun

12 hari lalu

Berikan Pernyataan Sesat Soal Kecelakaan 737 Max Lion Air dan Ethiopia, Boeing Didenda Rp3 Triliun

Perusahaan pembuat pesawat terbang Amerika Serikat, Boeing, dijatuhi sanksi denda US$200 juta atau Rp3 triliun oleh Komisi Sekuritas dan Bursa AS


Masalah Maskapai Tak Hanya Tarif Tiket Pesawat, Tapi Dua Hal Ini

41 hari lalu

Masalah Maskapai Tak Hanya Tarif Tiket Pesawat, Tapi Dua Hal Ini

Denon Prawiraatmadja mengungkap bahwa maskapai nasional tak hanya mengalami masalah keuangan


Pilot Pesawat Boeing 737 Ethiopian Airlines Nyenyak Tidur di Kokpit, Untung Ada Autopilot

45 hari lalu

Pilot Pesawat Boeing 737 Ethiopian Airlines Nyenyak Tidur di Kokpit, Untung Ada Autopilot

Pada 15 Agustus 2022, pesawat Boeing 737 Ethiopian Airlines gagal mendarat karena 2 pilotnya tertidur di kokpit. Untung autopilot bekerja dengan baik.


Kena Sanksi Barat, Maskapai Rusia Pakai Cara 'Kanibal' untuk Ganti Suku Cadang

57 hari lalu

Kena Sanksi Barat, Maskapai Rusia Pakai Cara 'Kanibal' untuk Ganti Suku Cadang

Maskapai penerbangan Rusia mempreteli pesawat jet untuk mendapatkan suku cadang karena sanksi Barat, sehingga armada tetap bisa terbang


Polri Sebut Dana Sosial Boeing yang Diduga Diselewengkan ACT Jadi Rp 107,3 Miliar

57 hari lalu

Polri Sebut Dana Sosial Boeing yang Diduga Diselewengkan ACT Jadi Rp 107,3 Miliar

Polri mencatat dana sosial Boeing yang diselewengkan ACT menjadi Rp 107,3 miliar. Jumlah tersebut bertambah dari yang diumumkan sebelumnya.


ACT Selewengkan Rp68 Miliar Dana Bantuan Boeing untuk Korban Lion Air JT610, Ini Rinciannya

4 Agustus 2022

ACT Selewengkan Rp68 Miliar Dana Bantuan Boeing untuk Korban Lion Air JT610, Ini Rinciannya

Perjanjian dengan Koperasi Syariah 212 itu adalah upaya ACT untuk mengalihkan dana sumbangan dari Boeing di luar peruntukkannya.


ACT Kelola Rp 1,7 Triliun Dana Masyarakat, PPATK: Lebih dari 50 Persen Mengalir ke Yayasan Pribadi

4 Agustus 2022

ACT Kelola Rp 1,7 Triliun Dana Masyarakat, PPATK: Lebih dari 50 Persen Mengalir ke Yayasan Pribadi

PPATK menyatakan lebih dari 50 persen dana yang dikelola ACT diselewengkan. Mengalir ke yayasan pribadi milik para petingginya.