Penumpang Terjepit Pintu Tram, Operator Tak Digugat, Kenapa?

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang penumpang perempuan di sebuah tram terjepit pintu hingga membuat dua jarinya patah. Sumber: The Paper.cn/Weibo/asiaone.com

    Seorang penumpang perempuan di sebuah tram terjepit pintu hingga membuat dua jarinya patah. Sumber: The Paper.cn/Weibo/asiaone.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Publik Cina dikejutkan dengan kejadian seorang penumpang perempuan yang jari-jarinya terjepit pintu tram (sejenis kereta). Dua jari penumpang perempuan itu patah dan butuh waktu sebulan untuk penyembuhannya.

    Dikutip dari asiaone.com, Kamis, 4 Juli 2019, identitas penumpang perempuan itu tidak dipublikasi. Kejadian ini terjadi pada Selasa, 2 Juli 2019 di sebuah pemberhentian tram di Wuhan, Provinsi Hubei, Cina.

    Baca juga:Ingin Mempermalukan Penumpang Kereta Malah Ini yang Terjadi

    Ilustrasi tram di Cina. Sumber: Railway Technology/shenyang tramway

    Dua jari penumpang perempuan itu terperangkap antar pintu dan dinding tram. Penumpang itu berteriak meminta bantuan saat jarinya terjepit dan staf di dalam tram memencet sebuah tombol darurat untuk membuka pintu dan membebaskan penumpang itu dari siksaan jari-jarinya yang terjepit selama dua menit.

    Baca juga:Kereta Odong-odong Jalan Terus di Kemayoran Diadukan ke Ombudsman

    Operator tram Optics Valley Traffic meyakinkan telah mencapai sebuah kesepakatan dengan penumpang perempuan itu dan suaminya, yakni akan menanggung biaya pengobatan hingga tuntas.

    Tidak ada tindakan hukum yang akan ditempuh karena Optics Valley Traffic sudah secara rutin mengingatkan penumpang agar berhati-hati saat pintu hendak ditutup. Perusahaan operator tram itu juga berkeras mereka telah memenuhi standar keamanan transportasi Cina, meskipun muncul kejadian jari penumpang terjepit pintu seperti ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?