Penjara Imigran di Perbatasan Amerika Serikat Kelebihan Kapasitas

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi sel-sel penahanan para imigran di perbatasan Amerika Serikat memprihatinkan dan kelebihan kapasitas. Sumber: asiaone.com

    Kondisi sel-sel penahanan para imigran di perbatasan Amerika Serikat memprihatinkan dan kelebihan kapasitas. Sumber: asiaone.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim investigasi Kementerian Dalam Negeri Amerika Serikat tertampar dengan kondisi sel-sel para imigran di Rio Grande Valley, Texas, Amerika Serikat, yang penuh sesak oleh imigran atau kelebihan kapasitas. 

    Anak-anak yang ikut ditahan di fasilitas penahanan itu, diduga tak mendapat akses untuk mandi atau mendapat makanan hangat. Kondisi tahanan yang penuh sesak ini disampaikan secara terbuka oleh tim investigasi dari Kementerian Dalam Negeri Amerika Serikat, Selasa, 2 Juli 2019. Laporan yang diterbitkan oleh tim investigasi itu menyebut Kementerian sangat waswas dengan kondisi kesehatan dan keamanan para tahanan dan personel keamanan di sana.    

    Baca juga: Donald Trump Ingin Rombak Sistem Imigrasi Amerika Serikat 

    Dikutip dari asiaone.com, Rabu, 3 Juni 2019, tim investigasi dari Kementerian Dalam Negeri Amerika Serikat menerbitkan laporan setelah kunjungan mereka pada Juni 2019 ke lima fasilitas penahanan para imigran milik Badan Perlindungan Perbatasan dan Beacukai di sektor Rio Grande Valley. Wilayah itu bisa disebut area perbatasan paling sibuk karena banyak imigran ilegal yang ditahan.

    Gelombang penahanan para imigran itu terkait kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang memperketat arus masuk imigran yang ke negaranya. Kebijakan Trump ini menuai deras kritikan. Pusat penahanan para imigran ini ada di wilayah perbatasan Amerika Serikat – Meksiko.

    Baca juga: Unjuk Rasa Besar Pro Imigran Melanda Amerika 

    Kondisi sel-sel tahanan itu sejak Mei 2019 disoroti karena sudah kelebihan kapasitas. Selain di wilayah barat Rio Grande Valley, sel-sel yang kelebihan kapasitas juga terjadi di wilayah El Paso, Texas. Di sana, para imigran ditahan selama berminggu-minggu dan tahanan orang dewasa di tempatkan pada sel berdiri.

    Insiden yang mengancam keamanan sering terjadi, para imigran biasanya meminta izin untuk ke toilet agar bisa keluar dari sel dan umumnyanya mereka menolak untuk disuruh kembali dalam sel. Tim keamanan khusus sudah diperlihatkan kondisi ini untuk kemungkinan dikerahkannya kekuatan militer dalam mengatasi hal ini.            

    Para imigran berteriak dari dalam sel-sel mereka ketika tim investigasi dari Kementerian Dalam Negeri Amerika Serikat datang berkunjung. Sebagian besar para imigran itu belum mandi sekitar satu bulan. Satu foto yang beredar ke publik memperlihatkan sebuah sel yang dihuni 88 orang, padahal kapasitasnya untuk 40 orang. 

    Pos-pos pemeriksaan wilayah perbatasan Amerika Serikat sudah kewalahan setelah gelombang imigran pada Mei 2019 lalu menyentuh rekor tertinggi dalam 13 tahun terakhir, yang umumnya berasal dari kawasan Amerika tengah. Namun arus imigran mulai menurun sejak Meskiko mengerahkan ribuan pasukan militernya sebagai bagian dari kesepakatan dengan imbalan tidak diberlakukannya tarif impor untuk barang-barang dari Meksiko ke Amerika Serikat.

    Data Badan Perlindungan Perbatasan dan Beacukai Amerika Serikat memperlihatkan pada Juni 2019 ada sekitar 100.037 imigran yang ditahan. Jumlah itu turun 30 persen dibanding Mei 2019 yang tercatat 144.278 orang.        


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.