Israel Siapkan Militernya Antisipasi Perang AS dan Iran

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang tentara Israel berjalan di samping deretan tank yang diterjunkan di dekat perbatasan dengan Gaza, di Israel selatan 28 Maret 2019. Militer Israel menerjunkan sejumlah tank militer miliknya ke dekat Jalur Gaza guna mengamankan menjelang dilakukannya aksi demo warga Palestina,

    Seorang tentara Israel berjalan di samping deretan tank yang diterjunkan di dekat perbatasan dengan Gaza, di Israel selatan 28 Maret 2019. Militer Israel menerjunkan sejumlah tank militer miliknya ke dekat Jalur Gaza guna mengamankan menjelang dilakukannya aksi demo warga Palestina, "Pawai Akbar Kepulangan" atau "Great March of Return". REUTERS/Amir Cohen

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Luar Negeri Israel mempersiapkan militer Israel untuk segala bentuk ekskalasi di Teluk antara Iran dan Amerika Serikat.

    Menteri Luar Negeri Israel Katz mengatakan kepada sebuah forum keamanan internasional bahwa Iran mungkin secara tidak sengaja tersandung dari apa yang disebutnya zona abu-abu ke arah konfrontasi.

    Baca juga: Warga Iran Lebih Cemas Sanksi Dibanding Perang dengan AS

    "Harus diperhitungkan bahwa perhitungan yang keliru oleh rezim (Iran)...bertanggung jawab untuk membawa perubahan dari 'zona abu-abu' ke 'zona merah', yaitu siaga merah militer," kata Israel Katz dikutip dari Reuters, 3 Juli 2019.

    "Kita harus siap untuk ini, dan dengan demikian Israel terus mengabdikan dirinya untuk membangun kekuatan militernya untuk acara yang harusnya menanggapi skenario eskalasi," tambahnya.

    Menteri Luar Negeri sementara Israel, Israel Katz. Sumber: The Times of Israel

    Israel telah lama mengancam untuk mengambil tindakan militer pendahuluan untuk mencegah Iran membuat senjata nuklir.

    Iran mengatakan tidak memiliki rencana membuat senjata nuklir. Salah satu anggota parlemen seniornya memperingatkan pada hari Senin bahwa Israel akan dihancurkan hanya dalam setengah jam jika Amerika Serikat menyerang Iran.

    Baca juga: Dituduh Melanggar Kesepakatan Nuklir, Ini Reaksi Iran

    Sebelumnya pada hari Selasa, Katz meramalkan bahwa apa yang ia gambarkan sebagai "perang ekonomi" yang dipimpin AS di Iran, akan berhasil meskipun ada banyak kekuatan dunia lainnya.

    "Iran tidak memiliki peluang dalam perang ini, oleh karena itu ada peluang di sana, melalui tekanan ekonomi yang keras dan sanksi komprehensif, untuk mencegah perang, untuk mencapai tujuan tanpa peran," katanya kepada Radio Tentara Israel.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Pelantikan Jokowi - Ma'ruf, Dihadiri Prabowo - Sandi

    Selain beberapa wakil dari berbagai negara, pelantikan Jokowi - Ma'ruf ini dihadiri oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.