Kartun Trump di hadapan 2 Jasad Imigran Viral, Kartunis Kena PHK

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden AS Donald Trump dan istrinya, Melania Trump menyaksikan pertandingan sumo dalam Summer Grand Sumo Tournament di Ryogoku Kokugikan Sumo Hall, Tokyo, Jepang, 26 Mei 2019. Trump menonton pertandingan sumo ini didampingi Perdana Menteri Jepang Shizo Abe. REUTERS/Jonathan Ernst

    Presiden AS Donald Trump dan istrinya, Melania Trump menyaksikan pertandingan sumo dalam Summer Grand Sumo Tournament di Ryogoku Kokugikan Sumo Hall, Tokyo, Jepang, 26 Mei 2019. Trump menonton pertandingan sumo ini didampingi Perdana Menteri Jepang Shizo Abe. REUTERS/Jonathan Ernst

    TEMPO.CO, Jakarta - Kartunis Kanada kehilangan pekerjaannya setelah karyanya berupa kartun ilustrasi presiden Donald Trump bermain golf di hadapan 2 jasad imigran dengan tulisan: "Do you mind if I play through?" menjadi viral.

    Dua jasad imigran itu merujuk pada Oscar Alberto Martinez dan anak perempuannya berusia 23 bulan, Angie Valeria yang tewas saat berusaha menyeberangi sungai Rio Grande menuju Amerika Serikat.

    Baca juga: New York Times Internasional Berhenti Terbitkan Kartun Politik

    Kartunis bernama Michael de Adder mengumumkan dirinya kehilangan pekerjaannya lewat Twitter pada Jumat pekan lalu.

    "Pasang surut tentang kartun. Hari ini saya baru saja diikeluarkan dari semua surat kabar di New Brunswik," de Adder meng-tweet, seperti dikutip dari CNN News, 1 Juli 2019.

    Tak lama kemudian de Adder mengklarifiasi bahwa dia terikat kontrak untuk bekerja di Brunswick News Inc. Ia mengaku bukan karyawan di perusahaan itu sehingga dapat dipecat.

    Brunswick News Inc membenarkan telah membatalkan kontrak kerja de Adder. Namun perusahaan itu membantah bahwa kartun Trump menjadi alasan pembatalan kontrak kerja.

    "Ini narasi salah yang muncul sembarangan dan ceroboh di media sosial," tulis Brunswick News.

    Baca juga: 10 Kartun Charlie Hebdo yang Kontroversial

    De Adder, menurut perusahaan itu, tidak pernah menawarkan kartun Trump kepada Brunswick News. Pihaknya juga telah memutuskan untuk membawa kembali kartunis lain yang diklaim populer bagi para pembaca.

    Kartunis ini kembali meng-tweet pada hari Senin, bahwa dia tidak pernah mengajukan kartun itu ke Brunswick News.

    Menurutnya, kartun itu muncul di surat kabar Chronicle Herald di Halifax pada 29 Juni lalu.

    Wes Tyrell, Ketua Aosiasi Kartunis Kanada mengatakan, surat kabar Brunswick menghindari Trump dijadikan subjek kartunnya.

    Nah, masalahnya adalah antara pemilik perusahaan ini dengan Irving Oil, perusahaan enegeri besar Kanada yang tertarik berinvestasi di Amerika Serikat tidak suka dengan kartun de Adder.

    Baca juga: Bikin Kartun Politisi Iran, Seniman Ini Dibui 12 Tahun

    Brunswick News membantah ada hubungan perusahaan itu dengan Irving Oil.

    Sebelum kasus kartun Trump karya de Adder. New York Times telah memutuskan untuk tidak lagi menggunakan kartun di editorialnya menyusul terjadi ketegangan setelah muncul kartun anti-Semit di edisi internasional media Amerika Serikat itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.