Rusia Mulai Produksi Sistem Pertahanan Udara S-500 Prometheus

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembangunan sistem pertahanan udara Rusia yang paling canggih, S-500 Prometey, sudah memasuki tahap akhir. Rudal pertahanan udara S-500 mampu menghancurkan target hingga ketinggian 200 km dan melaju dengan kecepatan 7 km/detik. S-500 dapat melibat 10 target rudal balistik supersonik dalam waktu bersamaan, dengan jarak maksimum 600 km. Prometey diyakini mampu mendeteksi pesawat tempur siluman, seperti F-22, F-35 dan Bomber B-2. survincity.com

    Pembangunan sistem pertahanan udara Rusia yang paling canggih, S-500 Prometey, sudah memasuki tahap akhir. Rudal pertahanan udara S-500 mampu menghancurkan target hingga ketinggian 200 km dan melaju dengan kecepatan 7 km/detik. S-500 dapat melibat 10 target rudal balistik supersonik dalam waktu bersamaan, dengan jarak maksimum 600 km. Prometey diyakini mampu mendeteksi pesawat tempur siluman, seperti F-22, F-35 dan Bomber B-2. survincity.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Beberapa waktu lalu, Wakil Perdana Menteri Yury Borisov mengatakan Rusia saat ini sedang mengembangkan sistem pertahanan udara S-500, dan akan melengkapi militer Rusia pada beberapa tahun mendatang.

    Kini CEO Rostec Sergei Chemezov, yang merupakan perusahaan raksasa industri militer Rusia, mengatakan Rusia saat ini memulai produksi sistem rudal S-500.

    Baca juga: Alasan Kenapa Banyak Negara Ingin Membeli S-400 Rusia

    "Kami sudah mulai memproduksi S-500. Ini adalah sistem yang lebih maju (dari S-400), jadi saya tidak ingin membicarakannya sekarang, karena belum diadopsi oleh militer kami," kata Chemezov kepada penyiar Rossiya 1 pada hari Minggu, dikutip dari laporan Sputnik, 1 Juli 2019.

    Chemezov mengatakan sistem S-500 akan dikirim ke Angkatan Bersenjata Rusia setelah senjata berhasil diuji coba.

    Baca juga: Kenapa Amerika Serikat Cemas Turki Beli S-400 Rusia?

    UAWIRE melaporkan pada awal Mei, sumber di Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan sistem radar dan stasiun radar dari sistem S-500 Prometheus berhasil diuji coba.

    Tahap terakhir dari pengujian radar dilakukan di markas Pusat Pelatihan Tempur ke-185 milik Aerospace di provinsi Astrakhan.

    Rusia juga menempatkan sistem pertahanan udara S-400 Triumph di aset-aset pentingnya di Suriah. S-400 disebut-sebut sebagai pertahanan udara paling canggih, rudal-rudalnya mampu melaju dengan kecepatan 4.800 m/detik, sehingga target sejauh 400 km dapat dihancurkan dalam waktu sekitar 83 detik saja. sputniknews.com

    Perhatian khusus diberikan pada kerja sama antara sistem radar S-500 dan sistem peluncur rudal Pantsir-SM, yang dirancang untuk bekerja bersama.

    Pakar militer Anton Lavrov menjelaskan bahwa radar akan bertanggung jawab atas ancaman jangka panjang, seperti rudal balistik dan pesawat terbang, sedangkan operator Pantsir-SM akan fokus pada pesawat drone.

    Baca juga: Ini 6 Senjata Mutakhir yang akan Dimiliki Militer Rusia

    S-500 Prometey, juga dikenal sebagai 55R6M "Triumfator-M", adalah sistem rudal anti-balistik darat-ke-udara Rusia yang dirancang untuk menggantikan sistem rudal A-135 yang saat ini digunakan, dan melengkapi S-400.

    Spesifikasi sistem tetap dirahasiakan Rusia, tetapi menurut laporan S-500 mampu menghancurkan target hingga jarak 600 kilometer, dan juga diyakini dapat melacak dan secara bersamaan menyerang hingga 10 target balistik yang bergerak dengan kecepatan hingga 7 kilometer per detik atau sekitar Mach 20.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.