Presiden Taiwan Bakal Kunjungi Amerika, Apa Reaksi Cina?

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Taiwan Ing-wen Tsai membuka Taiwan Healthcare+ Expo 2018 di Nangang Exhibition Center, Taipei,  29 November 2018

    Presiden Taiwan Ing-wen Tsai membuka Taiwan Healthcare+ Expo 2018 di Nangang Exhibition Center, Taipei, 29 November 2018

    TEMPO.COTaipei – Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen, bakal mengunjungi Amerika Serikat selama empat hari pada Juli 2019.

    Baca juga:  Hadapi Invasi Cina, Amerika Desak Taiwan Naikkan Bujet Pertahanan

     

    Kunjungan ini terjadi saat Tsai mengunjungi beberapa negara di kawasan Karibia.

    Kunjungan Tsai ini kemungkinan bakal menimbulkan kemarahan pemerintah Cina, yang selama ini menilai Taiwan sebagai provinsi yang melawan.

    “Deputi Menlu Taiwan Menteri Miguel Tsao mengatakan Tsai akan menginap di AS saat melakukan perjalanan ke St Vincent dan Grenadines, lalu St Lucia dan St Kitts dan Nevis, serta ke Haiti,” begitu dilansir Channel News Asia pada Senin, 1 Juli 2019.

    Baca juga: Hubungan Cina Versus Amerika Memanas Soal Taiwan, Ada Apa?

     

    Kunjungan Tsai ini akan berlangsung dari 11 – 22 Juli 2019. Pemerintah Taiwan masih belum mengungkap detil perjalanan kenegaraan ini.

    Selama ini, Cina menganggap Taiwan, yang memerintah sendiri, tidak memiliki kewenangan untuk melakukan hubungan negara ke negara. Cina juga menyebut isu Taiwan sebagai isu paling sensitif dan penting dalam hubungan dengan AS.

    Meski tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Taiwan, AS merupakan pendukung utama diplomasi dan suplai senjata.

    Pemerintahan Beijing belum menanggapi kabar ini.

    Baca juga: Senat Amerika Serikat Ingin Tingkatkan Hubungan dengan Taiwan

     

    Taiwan memiliki empat sekutu Karibia yang berbagi semangat serupa dengan Taiwan, menurut Tsao. Tema besar kunjungan ke Karibia adalah “Kebebasan, demokrasi dan pemerintahan yang berkelanjutan”.

    Namun, Tsao mengatakan kunjungan ke Haiti bakal berlangsung singkat kurang dari sehari karena adanya gangguan keamanan.

    Pengunjuk rasa di Haiti sedang berupaya menurunkan Presiden Jovenel Moise, yang merupakan bekas pengusaha dan terpilih pada Februari 2017.

    Hubungan Beijing dan Taiwan selama ini mengalami ketegangan. Beijing kerap mengirim pesawat militer mendekati Taiwan selama beberapa tahun terakhir. Negara ini juga menekan negara-negara yang masih menjalin hubungan diplomatis dengan Taiwan.

    Baca juga: Kapal Perang Amerika Jajal Selat Taiwan, Kapal Cina Membayangi

     

    Saat ini, Taiwan hanya memiliki hubungan diplomatik dengan 17 negara, yang kebanyakan merupakan negara kecil di Amerika Tengah dan Pasifik. Negara Kepulauan Solomon bakal mengirim delegasi untuk mempelajari bantuan Cina karena akan mengalihkan hubungan diplomatik dengan Beijing.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.