Warga Cambridge Inggris Geger Ular Piton Tiga Meter Lepas

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ular piton. shutterstock.com

    Ular piton. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Warga Cambridge, Inggris, diminta untuk berhati-hati setelah seekor ular piton sepanjang tiga meter lepas dari rumah pemiliknya.

    Pada 30 Juni 2019 The Telegraph melaporkan, Kepolisian Cambridge telah menerima laporan adanya seekor ular yang berkeliaran di Jalan Lovell, Cambridge, pada Minggu pagi, namun mereka gagal menemukan reptil tersebut.

    Baca juga: Bayi Ular Piton Bermata Tiga Ditemukan di Australia

    "Polisi sudah menemui pemiliknya, namun belum menemukan ular piton sepanjang sembilan kaki tersebut", ujar seorang polisi seperti dikutip oleh Reuters.

    Menurut kepala Grup Reptil Cambridge Steve Allain, ular tersebut dapat mengancam hewan kecil seperti kelinci, ayam, hingga kucing dan anjing, namun ancaman ular tersebut tergantung pada kapan terakhir ia makan.

    "Kita tidak tahu kapan terakhir ular itu makan atau seberapa lapar ia sekarang atau seberapa ingin ia mencari makan", ujar Allain kepada The Telegraph.

    Ular piton berasal dari Asia Tenggara dan dapat tumbuh hingga sepanjang 9,6 meter.

    Ular piton tidak berbisa, namun ia dapat membunuh binatang seperti ayam dan kelinci dengan cara melilitnya hingga mati. Terdapat juga laporan bahwa ular piton pernah membunuh manusia, seperti yang terjadi di Indonesia tahun lalu.

    Baca juga: Ular Piton Betina Terbesar Ditemukan di Florida Amerika

    Kejadian ini bukan kali pertama reptil melata ini berkeliaran di Cambridge. Pada Mei lalu, polisi lalu lintas Cambridgeshire sempat menemukan seekor ular jagung saat tengah bertugas, yang segera dibawa ke pusat margasatwa di Cambridge.

    Bagi warga Cambridge yang melihat ular piton tersebut diminta untuk segera mengabari polisi.

    RISANDA ADHI PRATAMA | THE TELEGRAPH | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.