Temui Jokowi di Sela KTT G20, Erdogan Mau Kunjungi Indonesia

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bertemu Presiden RI Joko Widodo di sela KTT G20, di Osaka, Jepang, 28-29 Juni 2019.[Biro Pers dan Media Presiden RI]

    Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bertemu Presiden RI Joko Widodo di sela KTT G20, di Osaka, Jepang, 28-29 Juni 2019.[Biro Pers dan Media Presiden RI]

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berencana mengunjungi Indonesia pada awal tahun 2020.

    Hal ini diungkapkan saat bertemu dengan Presiden RI Joko Widodo dalam pertemua bilateral di sela KTT G20 di Osaka, Jepang, 28-29 Juni 2019.

    Kedua pemimpin meminta agar persiapan kunjungan dapat dilakukan sehingga kunjungan menghasilkan kerja sama konkret yang menguntungkan kedua pihak.

    Baca juga: KTT G20, Presiden Jokowi Angkat Isu Pendidikan dan Perempuan

    Menurut siaran pers Kepresidenan RI yang diterima Tempo, rencana kunjungan tahun depan bertepatan dengan hubungan diplomatik Indonesia-Turki yang ke-70 tahun.

    Dalam pertemuan tersebut, Presiden Erdogan sekali lagi menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya kembali Presiden Jokowi sebagai Presiden Indonesia untuk lima tahun ke depan.

    Rombongan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bertemu Presiden RI Joko Widodo dalam pertemuan bilateral di sela KTT G20, di Osaka, Jepang, 28-29 Juni 2019.[Biro Pers dan Media Presiden RI]

    Presiden Erdogan adalah salah satu kepala negara yang pertama kali menelepon Presiden Jokowi untuk menyampaikan ucapan selamat setelah hasil quick count diumumkan.

    "Terimakasih Presiden Erdogan atas ucapan selamatnya. Semua proses pemilu saat ini sudah selesai," kata Presiden Jokowi.

    Baca juga: Donald Trump Beri Permen ke Jokowi dan Bincang Santai di KTT G20

    Kedua Presiden juga sepakat agar perdagangan kedua negara dapat dilipatgandakan. Presiden Turki menawarkan beberapa kerja sama industri strategis.

    Presiden Erdogan juga menyampaikan dukungan Turki atas pencalonan Indonesia di Dewan Hak Asasi Manusia PBB 2020-2022.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.