Donald Trump Janji Tak Kenakan Tarif Impor Tambahan ke Cina

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pertemuan antara Xi Jinping dan Donald Trump berlangsung 80 menit, 10 menit kurang dari yang dijadwalkan.[REUTERS]

    Pertemuan antara Xi Jinping dan Donald Trump berlangsung 80 menit, 10 menit kurang dari yang dijadwalkan.[REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping akhirnya menemui kata sepakat setelah perundingan sengketa perang dagang di KTT G20.

    Donald Trump mengatakan hasil perundingan lebih baik dari yang diharapkan dan berjanji tidak akan menambah tarif impor pada barang-barang Cina selama perundingan susulan.

    Baca juga: Donald Trump Akhirnya Izinkan AS Kembali Berbisnis dengan Huawei

    "Pertemuan yang sangat, sangat bagus, lebih dari yang diharapkan. Kita berada di jalur yang sama," kata Trump, dikutip dari laporan South China Morning Post, 29 Juni 2019.

    Kantor berita Cina Xinhua melaporkan kedua pemimpin sepakat melanjutkan negosiasi dagang dan ekonomi. Selama negosiasi berlangsung, AS tidak akan menerapkan tarif impor tambahan pada produk dari Cina.

    Gencatan senjata perang dagang ini diperkirakan sebelumnya secara luas, seperti yang mereka lakukan setelah Xi Jinping dan Trump bertemu di Buenos Aires pada bulan Desember.

    Baca juga: Trump Kritik India dan Cina Jelang KTT G-20

    Tetapi berita kepastian gencatan senjata masih akan melegakan para investor dan membantu menghilangkan ketakutan akan dampak lebih lanjut dari hubungan Cina-AS.

    Trump telah mengancam untuk mengenakan tarif pada produk Cina senilai lebih dari US$ 300 miliar (Rp 4.238 triliun) jika Xi Jinping tidak bertemu dengannya di Jepang atau jika pembicaraan gagal membuahkan hasil yang nyata.

    Kedua belah pihak tidak lebih dekat untuk mencapai konsensus mengenai kesepakatan perdagangan daripada saat pembicaraan gagal di awal Mei, dan beberapa masalah utama masih perlu ditangani.

    "Cina tulus dalam melanjutkan negosiasinya dengan AS untuk mengelola perbedaan, tetapi negosiasi harus didasarkan pada kesetaraan dan saling menghormati, dan mengatasi keprihatinan sah satu sama lain," kata Xi seperti dikutip oleh Xinhua.

    "Pada masalah-masalah mengenai kedaulatan dan martabat Cina, warga Tiongkok harus melindungi kepentingan intinya sendiri," katanya.

    Kedua tim perunding perdagangan sekarang akan melanjutkan pembicaraan mereka dan mencoba untuk memperbaiki rinciannya.

    Baca juga: Jokowi Temui Xi Jinping Bahas Perang Dagang Cina-AS di KTT G20

    Selain membahas negosiasi perdagangan, Xi Jinping mengatakan kepada Donald Trump bahwa dia berharap AS akan memperlakukan perusahaan dan mahasiswa Cina secara adil, meskipun tidak secara khusus menyebut Huawei, raksasa teknologi Cina yang telah masuk daftar hitam AS.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.