Amerika Serikat Akan Sanksi Negara yang Beli Minyak Iran

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Iran Hassan Rouhani. AP Photo/Jeff Roberson, REUTERS/Lisi Niesner

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Iran Hassan Rouhani. AP Photo/Jeff Roberson, REUTERS/Lisi Niesner

    TEMPO.CO, Jakarta - Amerika Serikat akan menjatuhkan sanksi pada negara yang membeli atau mengimpor minyak mentah Iran tanpa terkecuali.

    "Kami akan menjatuhkan embargo pada negara manapun yang mengimpor minyak mentah Iran. Sekarang ini, belum ada negera yang membeli minyak Iran. Kami pun akan menjatuhkan sanksi pada negara yang membeli di pasar gelap minyak Iran," kata Brian Hook, Utusan Amerika Serikat untuk Iran.

    Dikutip dari reuters.com, Jumat, 28 Juni 2019, Tehran diketahui telah menjual sejumlah produk petrochemical di bawah harga pasar, termasuk pasar Brazil, Cina dan India. Banting harga itu dilakukan Iran sejak Amerika Serikat memberlakukan lagi embargo pada minyak Iran per November 2018.

    "Iran punya sebuah rekam jejak menggunakan perusahaan-perusahaan untuk menghindari sanksi-sanksi dan memperkaya rezim pemerintahan serta mendanai petualangan luar negerinya. Iran sering menciderai hukum maritim untuk menyembunyikan ekspor minyak mentahnya," kata Hook.

    Baca juga:Menlu Iran Sebut Ucapan Kehancuran Total Sama dengan Genosida

    Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dan Presiden Iran Hassan Rouhani. AP Photo/Evan Vucci, Iranian Presidency Office via AP

    Baca juga:Presiden Prancis Minta Iran Tak Keluar dari Perjanjian Nuklir

    Hubungan Amerika Serikat - Iran merenggang setelah pada tahun lalu Presiden Amerika Serikat Donald Trump keluar dari kesepakatan nuklir yang disetujui negara-negara kekuatan dunia dan Amerika Serikat di bawah pemerintah Barack Obama. Selain keluar dari kesepakatan, Trump juga mulai memberlakukan lagi sanksi ekonomi pada negara itu setelah menuduh Iran meningkatkan aktivitas nuklirnya yang diduga untuk membuat senjata pemusnah massal.

    Iran diduga ingin menjual minyak-minyak mentahnya pada level yang sama sebelum Amerika Serikat keluar dari kesepakatan. Menurut Hook, Iran sudah sering menolak jalur diplomasi yang ditawarkan Amerika Serikat sehingga Washington menilai ini adalah waktunya untuk menghentikan langkah Tehran yang ingin mendominasi kekuasaan di Timur Tengah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.