Jared Kushner Minta Palestina Percaya pada Donald Trump

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penasihat senior Gedung Putih Jared Kushner diwawancarai oleh Reuters di Gedung Kantor Eksekutif Eisenhower di Washington, AS, 20 Juni 2019.[REUTERS]

    Penasihat senior Gedung Putih Jared Kushner diwawancarai oleh Reuters di Gedung Kantor Eksekutif Eisenhower di Washington, AS, 20 Juni 2019.[REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Palestina tidak memiliki rekam jejak yang bagus dalam membuat kesepakatan. Penasehat senior Presiden Amerika Serikat, Jared Kushner, meyakinkan masyarakat Palestina agar percaya pada Presiden Donald Trump.

    Hal itu di sampaikan Kushner pada hari kedua konferensi ‘Perdamaian menuju Kemakmuran’ yang diselenggarakan di ibukota Manama, Bahrain, Rabu, 26 Juni 2019 waktu setempat. Pertemuan hari terakhir itu dihadiri oleh para pelaku bisnis dan diplomat internasional. 

    Menurut Kushner konferensi ‘Perdamaian menuju Kemakmuran’ adalah salah satu cara untuk menyelesaikan masalah secara ekonomi. Sebab dalam konferensi itu, dikumpulkan gagasan-gagasan dan cara pelaksanaannya.  

    Baca juga: Kedutaan Palestina di Jakarta Menolak Konferensi yang Digagas AS 

    Ketegangan yang kembali terjadi di wilayah Gaza, menewaskan total 27 warga Palestina dan empat warga sipil Israel. Sumber: France 24/Reuters

    Konferensi  ‘Perdamaian menuju Kemakmuran’ yang dicetuskan oleh Presiden Trump diboikot oleh Palestina. Para pemimpin di Palestina menuding konferensi itu jauh dari tujuan mereka yang ingin menjadi negara merdeka dari penjajahan Israel.

    “Mereka (Palestina) tidak memiliki rekam jejak yang bagus dalam membuat kesepakatan dan saya akan berupaya menaklukkan hati masyarakat Palestina,” kata Kushner seperti dikutip dari haaretz.com, Kamis, 27 Juni 2019.  

    Baca juga: AS Tawarkan Rp 707 T Agar Palestina Mau Berdamai dengan Israel   

    Kushner mengatakan para pemimpin Palestina tidak punya alasan untuk tidak percaya pada Presiden Trump dan pemerintahannya. Amerika Serikat telah membuat sebuah kerangka kerja untuk meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat Palestina.   

    Menanggapi ucapan Kushner itu, Palestina pun bereaksi. Hanan Ashrawi, pejabat senior di Organisasi Pembebasan Palestina mempertanyakan mengapa Washington mengincar sektor infrastruktur Palestina dan menghentikan bantuan beasiswa bagi pelajar asal negara itu.    

    “Jika Amerika Serikat sangat mengkhawatirkan kondisi masyarakat Palesitina, lantas mengapa mereka melakukan tindakan hukum pada kami ?,” ujarnya.

    Pemerintahan Trump telah memangkas dana bantuan Amerika Serikat lebih dari setengah miliar dollar yang digelontorkan lewat UNRWA dan USAID.

    Masyarakat Palestina di Jalur Gaza melakukan unjuk rasa menentang konferensi ‘Perdamaian menuju Kemakmuran’ yang dilakukan pada 25 dan 26 Juni 2019. Para demonstran juga mengkritik para pengusaha negara-negara Arab yang menghadiri pertemuan itu karena dianggap sudah berpihak pada Amerika Serikat dan Israel.  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.