Beredar Foto Imigran Tewas Tenggelam di Sungai, Trump Dikritik

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Alberto Martinez, 25 tahun dan putrinya Angie Valeria, 24 bulan, imigran asal El Savador tewas tenggelam di sungai Rio Grande saat mau menyebrang ke Amerika Serikat. Sumber: Julia Le Duc / Associated Press/latimes.com

    Alberto Martinez, 25 tahun dan putrinya Angie Valeria, 24 bulan, imigran asal El Savador tewas tenggelam di sungai Rio Grande saat mau menyebrang ke Amerika Serikat. Sumber: Julia Le Duc / Associated Press/latimes.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Foto menyayat hati seorang imigran asal El Salvador bersama putrinya yang tenggelam di sungai Rio Grande, wilayah perbatasan Amerika Serikat – Meksiko menjadi perdebatan terkait kebijakan suaka yang diterbitkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. 

    Dikutip dari reuters.com, Kamis, 27 Juni 2019, imigran malang itu diketahui bernama Alberto Martinez, 25 tahun dan putrinya Angie Valeria, 24 bulan. Kematian keduanya yang sangat tragis menggambarkan penderitaan yang dialami para pengungsi dan imgran yang sebagian besar dari kawasan Amerika Tengah.  Martinez dan putrinya melakukan perjalanan dari El Salvador menuju Amerika Serikat untuk meminta suaka perlindungan.

    Baca juga: Bocah Imigran India Meninggal Kehausan di Gurun Arizona

    Presiden AS Donald Trump menunjukkan perintah eksekutif yang menjatuhkan sanksi baru terhadap Iran di Kantor Oval Gedung Putih di Washington, AS, 24 Juni 2019. [REUTERS / Carlos Barria]

    Mantan calon Presiden Amerika Serikat Bernie Sanders menyebut foto kematian Martinez adalah gambar yang mengerikan. Dia mengatakan penolakan Presiden Trump terhadap para pendatang baru atau imigran telah menyebabkan kematian.    

    “Kebijakan Presiden Trump semakin mempersulit para pencari suaka dan kebijakan pemisahan anggota keluarga yang dilakukan ini sangat kejam, tidak berperikemanusiaan dan mengarah pada tragedi-tragedi semacam ini ,” kata Sanders.  

    Geger kematian Matinez dan putrinya itu, Presiden Trump menyalahkan politikus Partai Demokrat yang disebutnya telah menghalang-halangi upaya pemerintahannya dalam menutup celah-celah di hukum Amerika Serikat yang mendorong para imigran mengajukan permohonan suaka.        

    Baca juga: Tiga Ucapan Tegas Paus Fransiskus Membela Imigran Masuk Eropa 

    “Jika saja mereka (Partai Demokrat) mau memperbaiki hukum. Mereka padahal bisa mengubah hukum ini dengan mudah sehingga para pendatang itu tidak berdatangan dan orang-orang tidak terbunuh. Para pendatang berdatangan, mereka melalui sungai Rio Grande,” kata Trump.

    Para imigran dari kawasan Amerika Tengah terus berdatangan ke Amerika Serikat pada tahun ini kendati ada kerusuhan akibat kebijakan Trump. Para imigran yang berdatangan itu meninggalkan kampung halaman karena kemiskinan, kekeringan dan tingginya tingkat kejahatan yang sebagian besar dilakukan oleh geng-geng jalanan. 

    Badan Patroli Perbatasan Amerika Serikat sepanjang 2019 telah menahan 664 ribu imigran di wilayah selatan perbatasan. Jumlah itu naik 144 persen dibanding tahun lalu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.