Perang Dagang, Amerika Serikat Ingin Dialog Lagi dengan Cina

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi perang dagang Amerika Serikat dan Turki. Gmfus.org

    Ilustrasi perang dagang Amerika Serikat dan Turki. Gmfus.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Amerika Serikat berharap bisa kembali melakukan pembicaraan dengan Cina membahas perang dagang kedua negara. Keinginan itu tercetus setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Cina Xi Jinping dijadwalkan bertemu di pertemuan tingkat tinggi atau KTT G20 di Jepang, Sabtu, 29 Juni 2019.

    Sumber di pemerintah Amerika Serikat pada Selasa, 25 Juni 2019, mengatakan walau pun Amerika Serikat sangat ingin berunding dengan Cina, Washington tidak akan menerima syarat apapun dari Beijing untuk mengendurkan tarif impor atas barang-barang dari Cina. Amerika Serikat dan Cina dalam beberapa bulan terakhir terlibat dalam sebuah sengketa perang dagang.

    Presiden Trump mengancam akan mengenakan tarif pada barang-barang asal Cina total senilai US$ 325 miliar atau Rp 4.607 triliun. Barang-barang impor asal Cina itu diantarnya ponsel, komputer, dan pakaian. Amerika Serikat mengibarkan perang dagang dengan Cina karena kecewa dengan cara berbisnis Cina.

    Baca juga:Ditanya Masukan untuk Indonesia, Bank Dunia Ingatkan Ada Awan Hitam

    Sumber di pemerintah Amerika Serikat mengatakan kedua negara saat ini sepakat untuk tidak menerapkan tarif baru menyusul itikad Cina - Amerika Serikat untuk melakukan negosiasi. Kendati begitu, masih belum diketahui apakah negosiasi itu akan betul-betul dilakukan. Sebab Amerika Serikat ingin Beijing kembali ke meja perundingan sambil membawa janji tidak akan menarik tarif impor barang-barang dari Amerika Serikat ke negara itu sebelum pembicaraan dilakukan.

    Baca juga:Perang Dagang AS - Cina Memanas, Perundingan Gagal Tercapai

    Cina belum menanggapi keinginan Amerika Serikat, bahkan belum memperlihatkan tanda-tanda melunak sikapnya. Beijing pada Senin lalu mengatakan kedua belah pihak harus membuat sejumlah kompromi dan kesepakatan dagang harus membawa manfaat bagi Cina - Amerika Serikat.

    Wakil Perdana Menteri Cina Liu Hue, yang telah memimpin pembicaraan mengenai masalah ini, melakukan pembicaraan pertelepon dengan delegasi Kamar Dagang Amerika Serikat Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin. Ketiganya pada akhir pekan ini sepakat melakukan pembicaraan tahap awal soal hubungan dagang Amerika Serikat - Cina.

    Sejauh ini, ekspektasi pertemuan tersebut akan membuahkan hasil sangat tipis. Kemungkinan terbaiknya, pembicaraan dagang dapat berlanjut sehingga dapat melegakan ketakutan pasar akan perang dagang antar kedua negara yang telah memukul pasar global dan menciderai ekonomi dunia.

    RISANDA ADHI PRATAMA | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.