Ombudsman Taiwan Minta Indonesia Tindak Agen Gelap TKI

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Buruh Migran Wanita berbincang saat berada di penampungan Tenaga Kerja Indonesia di KBRI, Kuala Lumpur, Malaysia, 30 Juni 2016. Kedutaan Besar Republik Indonesia di Malaysia menjadi penampungan para pekerja Indonesia yang bermasalah karena tidak memiliki dokumen lengkap atau yang melarikan diri dari tempat mereka bekerja karena mendapat tindak kekerasan dari sang majikan. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

    Buruh Migran Wanita berbincang saat berada di penampungan Tenaga Kerja Indonesia di KBRI, Kuala Lumpur, Malaysia, 30 Juni 2016. Kedutaan Besar Republik Indonesia di Malaysia menjadi penampungan para pekerja Indonesia yang bermasalah karena tidak memiliki dokumen lengkap atau yang melarikan diri dari tempat mereka bekerja karena mendapat tindak kekerasan dari sang majikan. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota ombudsman Control Yuan Taiwan, Mei Yu Wang, mengatakan ada sekitar 270 ribu pekerja migran asal Indonesia bekerja di sana.

    Baca juga: Intip Fasilitas Perbankan BRI untuk TKI di Taiwan

     

    Sekitar 70 persen bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Lainnya, ada yang bekerja di sektor perikanan seperti di kapal penangkap ikan. Total tenaga kerja asing mencapai sekitar 700 ribu. 

    “Ada banyak agensi tenaga kerja ilegal dari Indonesia yang memotong gaji para pekerja ini,” kata Mei- Yu Wang saat berkunjung ke kantor Tempo bersama delegasi dari kantor Kedutaan Besar Taiwan pada Selasa, 18 Juni 2019.

    Wang mengatakan para Tenaga Kerja Indonesia mendapat gaji bulanan sekitar US$450 atau sekitar Rp6.4 juta. Namun, agen tenaga kerja kerap memotong gaji ini sehingga pekerja hanya menerima sebagian dari gaji mereka.

    Baca juga: Gaji Tenaga Kerja Indonesia di Taiwan Paling Tinggi

     

    “Tolong tanyakan ini ke pemerintah Indonesia agar agensi tenaga kerja tidak ambil gaji TKI,” kata Wang mengenai pekerja migran asal Indonesia.

    Menurut Wang, pemerintah Taiwan telah mengeluarkan aturan baru bahwa agen tenaga kerja tidak boleh lagi memotong gaji TKI.

    Menurut dia, pemerintah Taiwan telah meminta perusahaan yang mempekerjakan untuk memperhatikan hak-hak para pekerja.

    Namun, menurut Wang, ini belum cukup. Pemerintah Indonesia juga perlu bertindak tegas terhadap agen tenaga kerja gelap, yang mengirim TKI ke Taiwan.

    Baca juga: Dirawat 4 Tahun di RS Taiwan, TKI Asal Banyumas Belum Bisa Pulang

     

    Menurut Wang Yu-Ling, anggota Control Yuan Taiwan lainnya, sebagian tenaga kerja mengalami masalah. Ini seperti hamil dan melahirkan di Taiwan. Sebagian tenaga kerja perempuan asal Indonesia berpacaran dengan orang Taiwan lalu hamil di luar nikah.

    Baca juga: Hadapi Hukuman Mati di Taiwan, Ini Upaya Penyelamatannya

     

    Sebagian tenaga kerja perempuan ini lalu menitipkan bayi mereka di tempat penampungan. “Ini sebenarnya melanggar hukum di Taiwan,” kata Wang Yu-Ling. Ini bisa membuat tenaga kerja perempuan asal Indonesia itu dideportasi oleh petugas imigrasi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.