Pria Australia Jadi Tajir setelah Bisnis Properti Apartemen

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengusaha Grant Foley membeli unit apartemen di Campbelltown. Australia. News

    Pengusaha Grant Foley membeli unit apartemen di Campbelltown. Australia. News

    TEMPO.CO, Jakarta - Grant Foley berhasil memiliki kerajaan properti senilai 9 juta dolar Australia atau sekitar Rp90 miliar.

    Baca juga: Ular Piton di Australia Terekam Kamera saat Memangsa Buaya

     

    Awalnya, Foley, yang memiliki penghasilan pas-pasan, bahkan tidak bisa menempati rumah pertama karena tidak mampu secara finansial untuk membayar cicilan.

    “Foley, 46 tahun, menjadi pengusaha properti terkenal dengan 18 unit properti setelah menggunakan tabungannya senilai 55 ribu dolar Australia atau Rp550 juta,” begitu dilansir News pada Ahad, 23 Juni 2019.  

    Baca juga: Turis Remaja Asal Australia Batal Berlibur di Bali, Kenapa?

     

    Foley membeli unit properti pertamanya di kawasan Bondi Utara pada 2001. Dananya berasal dari tabungan sepuluh persen dari pendapatannya.

    Namun, dia harus menyewakan properti itu sambil tinggal di sebuah rumah sederhana. Baru bertahun-tahun kemudian, dia pindah.

    Unit apartemen itu dibeli pada harga 415 ribu dolar Australia atau sekitar Rp4.2 miliar. Saat ini, properti itu telah bernilai 1 juta dolar Australia atau sekitar Rp10 miliar.

    Baca juga: Keluarga di Australia Temukan Biji Emas Setengah Kilogram

     

    Istri Foley juga membeli unit apartemen pada 2001, yang saat ini bernilai sekitar 600 ribu dolar Australia atau sekitar Rp6 miliar.

    Kedua unit properti ini menjadi modal dan jaminan pinjaman ke bank untuk membeli rumah dan unit apartemen di Sydney, Brisbane, Melbourne, dan New South Wales.

    Sebagian unit properti mengalami kenaikan harga 100 ribu dolar Australia atau Rp1 miliar hanya dalam setahun setelah dibeli. Ini membuatnya bisa menjaminkan unit ini untuk mengajukan pinjaman ke bank dan membeli properti lainnya.

    “Kunci untuk membuat ini berhasil adalah membelinya untuk jangka waktu yang lama dan menunggu siklus properti naik,” kata warga Australia ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.