Paris Bakal Adopsi Taksi Terbang untuk Olimpiade 2024

Reporter

Editor

Budi Riza

Ilustrasi taksi terbang (Youtube/AIN)

TEMPO.COParis – Pemerintah Kota Paris berencana menyediakan layanan taksi terbang bagi para pengunjung Olimpiade 2024.

Baca juga: Taksi Terbang Jerman Mengudara, Biaya Lebih Murah dari Helikopter

 

Layanan taksi udara ini meliputi jalur dari bandara, yang menjadi tempat kedatangan para pengunjung, menuju lokasi pertandingan.

“Saat ini, pengunjung membutuhkan waktu sekitar satu jam dengan kereta atau bus dari Bandara Charles de Gaulle ke Kota Paris,” seperti dilansir Channel News Asia pada Ahad, 23 Juni 2019.

Idenya adalah pengunjung Olimpiade bisa langsung menggunakan jasa taksi udara begitu mendarat di bandara. Mereka bisa menumpang taksi udara yang bisa terbang sendiri atau self-flying urban taxi.

Baca juga: Taksi Terbang Jerman Semurah Harga Taksi Reguler Beroperasi

 

Perusahaan manufaktur transportasi udara seperti Airbus mempromosikan kendaraan angkut dengan konsep terbang dan mendarat secara vertikal atau vertical take-off and landing (VTOL).

Perusahaan akan memulai feasibility study untuk mengetahui secara detil kelayakan transportasi taksi udara ini.

“Pada 2010, untuk pertama kalinya, lebih dari setengah umat manusia tinggal di perkotaan. Dan kami pikir, jumlah ini akan melampaui 60 persen pada 2030,” kata Guillaume Faury, CEO Airbus.

Baca juga: Begini Rasanya Naik Taksi Terbang Mirip Drone Pertama di Dunia

 

Ini menunjukkan sudah waktunya pengembangan sarana transportasi tiga dimensi dilakukan yaitu komuter udara.

“Jika kita meyakini dalam lima, 10, 15, 20 atau 30 tahun lagi transportasi udara dengan ketinggian rendah atau low altitude bakal berkembang, maka kita harus mulai menjajakinya hari ini,” kata Edward Arkwright, Eksekutif Direktor ADP Group.

Saat ini, Paris menghadapi masalah pembangunan infrastruktur jalur kereta cepat dari bandara ke pusat kota. Ini dirancang untuk mengurai kemacetan di jalan raya.

Otoritas bakal mencari lokasi yang tepat sebagai tempat pangkalan taksi udara atau disebut Vertiport. Lokasi ini akan menampung armada taksi udara yang melayani jalur ke 10 aerodome, yang menjadi lokasi pertandingan Olimpiade.

Baca juga: Taks Terbang Uber Akan Jalani Pengujian di Melbourne

 

Pemerintah berencana pembangunan Vertiport ini rampung dalam 18 bulan. Investasi pembangunan infrastruktur soal ini mencapai US$11.3 juta atau sekitar Rp160 miliar.

Armada taksi udara ini akan terbang melayani rute yang juga biasa digunakan oleh helikopter.

Saat ini, Airbus, yang menjalin kerja sama dengan pemerintah Prancis, telah menyiapkan dua protipe taksi udara yaitu satu tempat duduk yang disebut Vahana. Dan varian empat seater atau disebut CityAirbus.

“Kerja sama ini merupakan kesempatan unik untuk mengembangkan solusi teknologi, produk, kerangka peraturan dan model ekonomi,” kata Faury soal pengembangan taksi terbang ini.






Bandara Kertajati Layani Penerbangan Umrah pada November, Begini Persiapan AP II

3 hari lalu

Bandara Kertajati Layani Penerbangan Umrah pada November, Begini Persiapan AP II

Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat, akan kembali melayani penerbangan umrah pada November 2022 mendatang. Bagaimana persiapannya?


6 Oktober 2022 TransNusa Akan Terbang Kembali dengan Airbus, ke Mana Saja?

9 hari lalu

6 Oktober 2022 TransNusa Akan Terbang Kembali dengan Airbus, ke Mana Saja?

TransNusa yakin bisa segera kembali mengudara di segmen maskapai berbiaya hemat (low cost carrier/LCC) per 6 Oktober 2022 mendatang.


Penyebab Lampu Menara Eiffel Akan Dipadamkan Lebih Cepat Satu Jam Setiap Hari

9 hari lalu

Penyebab Lampu Menara Eiffel Akan Dipadamkan Lebih Cepat Satu Jam Setiap Hari

Biasanya Menara Eiffel tetap menyala hingga pukul 1 pagi dengan proyektor yang dipicu secara otomatis oleh sensor malam.


Dampak Pengurangan Gas Rusia, Lampu di Menara Eiffel Dimatikan Lebih Awal

14 hari lalu

Dampak Pengurangan Gas Rusia, Lampu di Menara Eiffel Dimatikan Lebih Awal

Akibat pemotongan pasokan gas dari Rusia, prancis melakukan penghematan energi, yang salah satunya lampu di Menara Eiffel dimatikan lebih awal.


PT Dirgantara Indonesia dan Airbus Teken Nota Kesepahaman Produksi Komponen Aerostruktur

21 hari lalu

PT Dirgantara Indonesia dan Airbus Teken Nota Kesepahaman Produksi Komponen Aerostruktur

PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dan Airbus menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk menjajaki kerja sama produksi komponen aerostruktur.


25 tahun Lady Diana Berpulang, Segudang Aksi Sosial: Menentang Ranjau Darat hingga Buka Unit Kanker Anak

28 hari lalu

25 tahun Lady Diana Berpulang, Segudang Aksi Sosial: Menentang Ranjau Darat hingga Buka Unit Kanker Anak

Begitu banyak aksi sosial yang dilakukan Lady Diana, antara lain menentang ranjau darat, dukungan kepada pasien AIDS hingga membuka unit kanker anak.


25 Tahun Kematian Lady Diana, Duka Cita dari Terowongan Pont de I'Alma Paris

28 hari lalu

25 Tahun Kematian Lady Diana, Duka Cita dari Terowongan Pont de I'Alma Paris

Kilas balik peristiwa kematian Lady Diana 25 tahun lalu, masih menyisakan duka cita dan kenangan publik dunia terhadap ibu Pangeran William dan Herry.


Taksi Terbang Ehang 216 Hadir di Pop-up Showroom Lotte Jakarta Selatan

29 hari lalu

Taksi Terbang Ehang 216 Hadir di Pop-up Showroom Lotte Jakarta Selatan

Prestige Motorcars dilaporkan menghadirkan taksi terbang Ehang 216 di pop-up showroom Lotte Shopping Avenue Jakarta Selatan.


Menpora: UCI MTB Eliminator World Cup 2022 Sarana Pemantapan Kesiapan Hadapi Olimpiade 2024

31 hari lalu

Menpora: UCI MTB Eliminator World Cup 2022 Sarana Pemantapan Kesiapan Hadapi Olimpiade 2024

Menpora menyatakan keikutsertaan atlet Indonesia di UCI MTB Eliminator World Cup 2022 adalah pemantapan kesiapan menghadapi Olimpiade 2024.


Peringatan 25 Tahun Kematian Putri Diana, Ini Harapan Pangeran Harry

33 hari lalu

Peringatan 25 Tahun Kematian Putri Diana, Ini Harapan Pangeran Harry

Pangeran Harry berharap peringatan 25 tahun kematian ibunya, Putri Diana, minggu depan akan menjadi hari penuh dengan kenangan dan cinta.