Mahathir Janji Beri Kursi PM ke Anwar Ibrahim Jika Tugas Selesai

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Deputi Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim menemui Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad setelah ia bebas dari hukuman, di National Palace, Kuala Lumpur, Malaysia, 16 Mei 2018. Department of Information/Krish Balakrishnan/Handout via REUTERS

    Mantan Deputi Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim menemui Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad setelah ia bebas dari hukuman, di National Palace, Kuala Lumpur, Malaysia, 16 Mei 2018. Department of Information/Krish Balakrishnan/Handout via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad telah bersumpah untuk tidak meninggalkan Malaysia dalam kekacauan ketika ia menyerahkan kepemimpinan kepada Anwar Ibrahim.

    "Hal terakhir yang ingin saya lakukan adalah enggan pergi meninggalkan negara ini dalam keadaan berantakan seperti sebelumnya menjabat perdana menteri," kata Dr Mahathir pada sesi tentang Masa Depan Malaysia dan Asean pada KTT di Bangkok, mengutip laporan Channel News Asia, 22 Juni 2019.

    Baca juga: Anwar Ibrahim Minta Mahathir Klarifikasi Soal Ketua KPK Malaysia

    "Jadi saya bekerja keras untuk negara dengan kemampuan terbaik saya, dan mudah-mudahan kita akan dapat membuat koreksi dan menyelesaikan sebagian besar masalah yang kita warisi (dari pemerintah sebelumnya)," tambahnya.

    Mahathir mengatakan dia akan menepati janjinya untuk memberikan tongkat kepemimpinan kepada Anwar Ibrahim.

    "Ini bukan pertanyaan apakah dia siap atau tidak. Saya membuat janji dan saya akan menepati janji saya," jawab Mahathir ketika ditanya apakah Anwar siap atau tidak.

    Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, menjenguk Ketua Umum Partai Keadilan Rakyat, Anwar Ibrahim, yang tengah dirawat di Rumah Sakit Rehabilitasi di Cheras, Kuala Lumpur, Sabtu sore 12 Mei 2018. Presiden PKR, Wan Azizah Wan Ismail, yang merupakan istri Anwar, turut hadir dalam pertemuan ini. Facebook.com/Bebas Anwar

    Mahathir juga mengatakan bahwa tidak akan ada perombakan kabinet saat ini dan dia hanya akan melakukannya jika memang diperlukan.

    "Ketika Anda merombak kabinet, Anda menyebabkan banyak orang sakit hati. Mereka mungkin bereaksi dengan cara yang merusak hubungan baik," katanya.

    Baca juga: Mahathir Diminta Tetapkan Waktu Transisi PM kepada Anwar Ibrahim

    "Saya tidak dengan mudah menyingkirkan orang, dan memasukkan orang baru. Saya belum pernah melakukan itu sebelumnya dan saya tidak akan melakukannya sekarang."

    Baca juga: EKSKLUSIF - Anwar Ibrahim Tak Yakin Jadi Perdana Menteri Malaysia

    Mahathir menambahkan bahwa kabinetnya bekerja sangat baik bersama sebagai sebuah tim.

    Perdana Menteri Mahathir Mohamad juga menyatakan harapannya bahwa kaum muda di Malaysia akan peka terhadap perkembangan di sekitar negara mereka.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.