Sekjen PBB Minta Semua Pihak di Timteng Miliki Syaraf Baja

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekjen PBB, Antonio Guterres. REUTERS

    Sekjen PBB, Antonio Guterres. REUTERS

    TEMPO.COJenewa – Sekretaris Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres, mengatakan dia memiliki rekomendasi kepada semua pihak terkait situasi di kawasan Teluk terkait ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.

    Baca juga: Iran Tembak Jatuh Drone Militer AS, Ini Reaksi Presiden Trump

    “Saya hanya punya satu rekomendasi kuat: syaraf baja,” kata Alessandra Vellucci, juru bicara PBB di Jenewa pada Jumat, 21 Juni 2019 seperti dilansir Reuters.

    Pejabat senior Iran mengatakan Teheran telah menerima pesan dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bahwa serangan militer bakal segera terjadi. Namun, Trump mengaku menolak perang dan ingin bicara mengenai sejumlah isu.

    Media New York Times mengatakan Trump sempat memerintahkan serangan udara namun kemudian membatalkannya. Menurut pejabat Iran, Trump mengirim pesan ini lewat Oman.

    Baca juga: Angkatan Laut Amerika Temukan Serpihan Ranjau, Diduga Milik Iran

    “Trump mengatakan dia menolak perang dengan Iran dan ingin bicara mengenai sejumlah isu. Dia memberi waktu respon yang singkat tapi respon langsung Iran adalah itu tergantung pada Pemimpin Tertinggi Iran (Ayatullah Ali Khamenei) untuk menentukan soal isu ini,” kata salah satu pejabat Iran kepada Reuters secara anonim.

    Pejabat Iran kedua mengatakan,”Kami membuatnya jelas bahwa pemimpin kami menolak pembicaraan apapun tapi pesan itu akan disampaikan kepadanya sebagai keputusan. Namun, kami sampaikan kepada pejabat Oman bahwa serangan apapun terhadap Iran akan mendapat konsekuensi regional dan internasional,” kata pejabat ini.

    Secara terpisah, Rusia menuding AS sengaja meningkatkan ketegangan dengan Iran dan mengarahkan situasi agar terjadi peperangan.

    Kantor berita RIA mengatakan Deputi Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Ryabkov, meminta Washington menimbang konsekuensi yang mungkin muncul dari konflik dengan Iran.

    Baca juga: Iran Sebut AS Bohong Drone Ditembak di Perairan Internasional

     

    Soal ini, juru bicara Perdana Menteri Inggris, Theresa May, mengatakan negaranya terus berkomunikasi dengan AS soal situasi di Iran.

    “Kami terus mengatakan agar semua pihak melakukan deeskalasi dan telah menjelaskan isu yang kami angkat mengenai aktivitas Iran,” kata juru bicara itu. “Kami tidak percaya eskalasi akan menguntungkan kepentingan pihak manapun dan terus bicara dengan AS dan mitra-mitra kami.”

    Secara terpisah, utusan AS untuk Iran yaitu Brian Hook mengatakan penting bagi negaranya untuk melakukan semua upaya deeskalasi dengan Iran.

    Baca juga:  Presiden Donald Trump Mendadak Urungkan Niat Serang Iran

     

    “Diplomasi kami tiak memberi Iran hak merespon dengan kekuatan senjata. Iran perlu merespon diplomasi kami dengan diplomasi kami dan bukan kekuatan militer,” kata dia.

    Seperti diberitakan, militer Iran mengatakan telah menembak jatuh sebuah drone mata-mata milik militer AS.

    Komando Pusat AS atau CENTCOM mengecam insiden ini dan menyangkal drone terbang di atas wilayah Iran. Sebaliknya, militer Iran menyebut drone itu terbang di atas wilayah negaranya dan mengambil tindakan pertahanan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.