Erdogan: Pembunuh Akan Membayar Kematian Jurnalis Jamal Khashoggi

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan (kanan), dan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed Bin Salman (kiri), Anadolu

    Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan (kanan), dan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed Bin Salman (kiri), Anadolu

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan, para pembunuh Jamal Khashoggi akan membayar kematian jurnalis Arab Saudi itu dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.

    "Mereka akan membayar harga dan dimintai pertanggungjawaban," kata Erdogan di Istanbul, Rabu, menanggapi hasil laporan penyelidikan Pelapor Khusus PBB, Agnes Callamard tentang pembunuhan Jamal Khashoggi, sebagaimana dikutip dari laporan Yeni Safak, 20 Juni 2019.

    Baca juga: PBB Ungkap Rekaman Audio Pembunuhan Sadis Jamal Khashoggi

    Erdogan mengatakan, bukti menunjukkan bahwa Arab Saudi bersalah telah mengetahui pembunuhan Jamal Khashoggi sebelumnya.

    Mengutip pernyataan Callamard, laporan penyelidikan telah menemukan bukti kredibel keterlibatan sejumlah pejabat Arab Saudi termasuk Putra Mahkota Mohammed bin Salman atas pembunuhan Jamal Khashoggi.

    Kementerian Luar Negeri Turki meminta negara-negara anggota PBB dan lembaga-lembaga internasional untuk mendesak agar rekomendasi laporan investigasi Pelapor Khusus PBB untuk pembunuhan Jamal Khashoggi dilaksanakan.

    Baca juga: PBB: Arab Saudi Bertanggung Jawab atas Kematian Jamal Khashoggi

    Selain itu, Kementerian Luar Negeri Turki dalam pernyataannya mengatakan, laporan penyelidikan PBB ini telah membenarkan temuan otoritas Turki. Pembunuhan Jamal Khashoggi yang dilakukan secara sengaja dan terencana melanggar prinsip dan hukum internasional.

    Menteri Luar Negeri Turki, Mevlüt Çavuolu memuji laporan Pelapor Khusus Agnes Callamard melalui akun Twitter.

    Baca juga: Detik-detik Pembunuhan Jamal Khashoggi Menurut Investigasi PBB

    "Sangat mendukung rekomendasi Pelapor Agnes Callamard untuk menjelaskan pembunuhan Khashoggi & meminta pertanggungjawaban mereka," tweet Çavuolu, sebagaimana dikutip dari laporan Daily Sabah, Kamis, 20 Juni 2019.

    Jurnalis dan kolumnis di media Amerika Serikat, Washington Post, Jamal Khashoggi dibunuh di Konsulat Arab Saudi di Istanbul pada 2 Oktober 2019. Saat itu, Khashoggi berkunjung ke konsulat untuk mengurus dokumen pernikahannya dengan seorang wanita Turki.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bagi-bagi Jatah Menteri di Komposisi Kabinet Jokowi

    Partai koalisi pemerintah membahas komposisi kabinet Jokowi - Ma'ruf. Berikut gambaran komposisi kabinet berdasarkan partai pendukung pasangan itu.