Izin Praktek Dokter Myanmar Dicabut Karena Unggah Foto Seksi

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dokter dan model Myanmar, Nang Mwe San, sering memperbarui Facebook-nya dengan foto dirinya mengenakan pakaian renang dan pakaian dalam. FACEBOOK/NANG MWE SAN

    Dokter dan model Myanmar, Nang Mwe San, sering memperbarui Facebook-nya dengan foto dirinya mengenakan pakaian renang dan pakaian dalam. FACEBOOK/NANG MWE SAN

    TEMPO.CO, Jakarta - Izin praktek dokter di Myanmar dicabut lantaran kerap mengunggah foto-fotonya mengenakan pakaian dalam seksi, lingerie dan baju renang yang dianggap pemerintah bertentangan dengan budaya dan tradisi Myanmar.

    Dokter sekaligus model bernama Nang Mwe San, mengutip The Star, Minggu, 16 Juni 2019, kerap menirukan berpakaian ala model Amerika Serikat, Kendall Jenner, dan juga mengenakan pakaian tradisional Myanmar yang pas di badan.

    Baca juga: Heboh Dokter Paling Hot di Instagram, Ini 5 Faktanya

    Dewan Dokter Myanmar kemudian melayangkan surat kepada Mwe San pada tanggal 3 Juni lalu tentang pemberitahuan pencabutan izin praktek.

    "Gaya berpakaian dirinya bertentangan dengan budaya dan tradisi Myanmar,"isi surat itu.

    Dokter berusia 29 tahun ini sudah mendapat peringatan pada Januari lalu. Ia pun berjanji untuk mencabut foto-foto di akun Facebook. Namun, ternyata dia tidak memenuhi janji yang dia teken.

    Baca juga: Waspadai Fenomena Dokteroid, Orang yang Ngaku-Ngaku Dokter

    Mwe San menjadi dokter umum selama 5 tahun dan pada 2017 dia menjadi model.

    Menurutnya, tidak ada aturan yang secara spesifik atau tata cara berpakaian dalam etik dokter.

    "Saya tidak berpakaian seperti ini ketika saya mengobati pasien," kata Mwe San.

    Dia pun mengatakan tidak terima dengan pencabutan izin prakteknya dan berencana dalam bulan ini mengajukan perlawanan hukum atas putusan dewan dokter.

    Baca juga: Berfoto dengan Pakaian Seksi, Guru di Siberia Diminta Mundur

    Menurutnya, dewan dokter Myanmar tidak seharusnya mencampuri kemerdekaan pribadi.

    Tidak semua mendukung pernyataan dokter ini yang dikaitkan dengan HAM dan demokrasi di Myanmar.

    "HAM bukan mengenai mempertontonkan tubuh anda. Anda harus menjaga budaya Myanmar," ujar seorang warga net.

    Pendukungnya memberi komentar: Apa yang dia kenakan di luar jam kerja tidak seharusnya berhubungan dengan profesinya," ujar Swa Win Kyaw.

    Mwe San masih berharap untuk kembali dibolehkan berpraktek sebagai dokter nantinya. Meski tidak menjelaskan apakah dia juga akan tetap menjadi model pakaian dalam wanita.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.