Komedian Saudi Klaim Kena Spyware dan Diincar Pembunuh Khasoggi

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ghanem al Dosari menduga ponselnya diretas menggunakan spyware buatan Israel oleh intelijen Arab Saudi.[Mirror.co.uk]

    Ghanem al Dosari menduga ponselnya diretas menggunakan spyware buatan Israel oleh intelijen Arab Saudi.[Mirror.co.uk]

    TEMPO.CO, Jakarta - Komedian Arab Saudi mengaku ponselnya disadap dengan spyware dan diincar oleh pembunuh Jamal Khashoggi.

    Ghanem al-Dosari, yang juga sebagai aktivis, saat ini tinggal di London namun takut diculik atau dibunuh seperti Jamal Khashoggi. Dia akan mengajukan laporan ke pengadilan untuk membuktikan dugaannya.

    Mirror.co.uk melaporkan, 15 Juni 2019, Al Dosari yang berusia 39 tahun mengatakan, pembunuhan Jamal Khashoggi di Turki menunjukkan betapa jauhnya rezim berupaya membungkam kritik.

    Baca juga: Jamal Khashoggi, Amerika Menanti Investigasi Kredibel Arab Saudi

    Ghanem al-Dosari adalah aktivis yang terkenal dengan YouTube-nya dengan kanal Ghanem Show yang telah memperoleh 200 juta tayangan. Namun dia mengaku telah menerima beberapa kali ancaman pembunuhan dan pernah berkelahi dengan sekelompok pria Saudi di Knightsbridge tahun lalu.

    Dia mengenali salah satu dari mereka sebagai perwira intelijen Maher Abdulaziz Mutreb, seorang tersangka dalam pembunuhan Khashoggi.

    Baca juga: Snowden: Arab Saudi Gunakan Spyware Israel Sadap Jamal Khashoggi

    Mutreb termasuk di antara 11 tersangka yang ditahan di Arab Saudi karena pembunuhan Khashoggi.

    Pengacara al Dosari telah menyampaikan pemberitahuan hukum ke Kedutaan Arab Saudi di Inggris, karena dugaan ponselnya telah diserang spyware.

    "Mereka memiliki enam minggu untuk merespons, dan jika tidak, kami akan mengambil tindakan di pengadilan," katanya. "Saya tidak akan terkejut jika mereka menggunakan alat-alat ini di dalam dan di luar kerajaan."

    Komedian Ghanem al Dosari mengklaim Arab Saudi telah menginstal spyware pada ponselnya.[Mirror.co.uk]

    Pada hari Selasa pekan lalu ia melayangkan surat peringatan hukum, yang bermaksud untuk membawa kasus ini ke gugatan sipil terhadap Kerajaan Arab Saudi, ke kedutaan Arab Saudi di London. Hingga kini Kedutaan Arab Saudi di London belum berkomentar terkait tuduhan ini.

    Al Dosari menduga dia diretas menggunakan spyware yang disebut Pegasus, spyware buatan perusahaan teknologi Israel NSO Group.

    Hal ini memungkinkan Arab Saudi untuk mengakses mikrofon dan kamera, serta mengekstrak data dari perangkat.

    Baca juga: Israel Izinkan Saudi Gunakan Spywarenya untuk Jamal Khashoggi

    Al Dosari, yang telah tinggal di Inggris sejak tahun 2003, mengatakan ia telah lama menjadi sasaran utama bagi rezim Arab Saudi karena kritik pedasnya terhadap pemerintah .

    Sebuah pernyataan dari Leigh Day, sebuah firma hukum yang mewakili al Dosari, mengatakan telah memeriksa ponselnya pada bulan Desember.

    Dia percaya pesan teks yang tampaknya tidak berbahaya dari perusahaan kurir sebenarnya mengandung spyware.

    Baca juga: Ponselnya Diretas, Teman Jamal Khashoggi Gugat Perusahaan Israel

    Akibatnya ponselnya akan kehilangan daya tahan baterai sangat cepat, menjadi sangat panas dan tidak akan memperbarui perangkat lunak.

    "Pada bulan Desember 2019, Bill Marczak seorang peneliti di Citizen Lab, mengkonfirmasi bahwa Ghanem telah mengirim teks berbahaya yang berisi tautan yang ketika diklik, mengarah ke domain yang terkait dengan spyware Pegasus dan infrastruktur NSO," kata firma hukum dalam pernyataannya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bagi-bagi Jatah Menteri di Komposisi Kabinet Jokowi

    Partai koalisi pemerintah membahas komposisi kabinet Jokowi - Ma'ruf. Berikut gambaran komposisi kabinet berdasarkan partai pendukung pasangan itu.