Kongres Amerika Dukung Demokrasi dan HAM untuk Hong Kong

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mengangkut sampah yang tersisa dari demo menolak RUU Ekstradisi di Hong Kong, Cina, 13 Juni 2019. REUTERS/Thomas Peter

    Petugas mengangkut sampah yang tersisa dari demo menolak RUU Ekstradisi di Hong Kong, Cina, 13 Juni 2019. REUTERS/Thomas Peter

    TEMPO.COWashington – Para anggota Kongres Amerika Serikat dari Partai Republik dan Demokrat bersatu menegaskan komitmen demokrasi dan Hak Asasi Manusia di Hong Kong pasca unjuk rasa yang diwarnai bentrokan menolak RUU Ekstradisi.

    Baca juga: Kegiatan Bisnis dan Perbankan Hong Kong Pulih Pasca Demo Besar

    Mereka berasal dari DPR dan Senat AS dan memperkenalkan rancangan Hong Kong Human Rights and Democracy Act. UU ini berisi ketentuan yang berisi ancaman bahwa status Hong Kong sebagai mitra dagang khusus AS bisa terancam.

    UU ini tampaknya dibuat sebagai tekanan kepada Hong Kong dan para pemimpin yang pro-Beijing agar menolak pembahasan RUU Ekstradisi yang kontroversial.

    RUU itu dinilai bisa meningkatkan upaya Beijing dalam mengejar musuh politiknya.

    Senator AS Marco Rubio mencalonkan diri sebagai kandidat Presiden Amerika Serikat. REUTERS/Joe Skipper

    Baca juga: 5 Poin Menarik Soal Kontroversi RUU Ekstradisi Hong Kong

    RUU dari Kongres AS ini disponsori oleh 10 anggota yaitu delapan senator dan dua anggota DPR. Tanggal pembahasan dan pengesahan RUU ini belum ditentukan.

    Hong Kong, yang merupakan bekas koloni Inggris selama 99 tahun mengalami aksi unjuk rasa terbesar dalam sejarah wilayah semi-otonom itu sejak dikembalikan ke Cina pada 1997.

    Baca juga: Inggris Minta Hong Kong Dengarkan Aspirasi Publik Soal Ekstradisi

    Unjuk rasa berakhir rusuh terjadi pada Rabu, 12 Juni 2019. Polisi menggunakan peluru karet dan gas air mata untuk membubarkan pengunjuk rasa yang mencoba menembus barikade polisi di depan gedung parlemen, yang sedang membahas RUU Ekstradisi itu.

    “AS harus mengirim pesan kuat bahwa kita berdiri dengan orang-orang yang mengadvokasi kebebasan dan kedaulatan hukum terhadap gangguan dari Beijing yang meningkat dalam urusan domestik Hong Kong,” kata Senator Marco Rubio, yang berasal dari Partai Republik dan dikenal kritis terhadap Cina.

    Polisi menembakan gas air mata ke arah pengunjuk rasa saat protes atas penolakan pemerintah untuk membatalkan pembahasan RUU Ekstradisi di Hong Kong, 12 Juni 2019. Pengunjuk rasa menolak adanya aturan ekstradisi ke Cina. REUTERS/Athit Perawongmetha

    Baca juga: Unjuk Rasa Menolak RUU Ekstradisi Hong Kong Digelar di Sydney

    Ketua Komite Hubungan Luar Negeri Senat, James Risch, mengatakan dia akan terus mendesak agar RUU Ekstradisi itu ditarik.

    “Pengesahan RUU itu akan membuat Senat AS mengevaluasi ulang aspek hubungan AS dan Hong Kong,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.