Indonesia Naik 14 Peringkat dalam Indeks Perdamaian Dunia 2019

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah prajurit TNI AL yang tergabung dalam Satgas Maritim Task Force (MTF) Konga XXVIII.J UNIFIL melempar topi pad ketika tiba di Dermaga Ujung Koarmada II Surabaya, Jawa Timur, Kamis 8 November 2018. Satgas yang dipimpin oleh Komandan KRI Usman Harun-359 Kolonel Laut (P) Alan Dahlan tersebut kembali dalam jajaran Koarmada II usai mengemban misi perdamaian dunia selama setahun. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    Sejumlah prajurit TNI AL yang tergabung dalam Satgas Maritim Task Force (MTF) Konga XXVIII.J UNIFIL melempar topi pad ketika tiba di Dermaga Ujung Koarmada II Surabaya, Jawa Timur, Kamis 8 November 2018. Satgas yang dipimpin oleh Komandan KRI Usman Harun-359 Kolonel Laut (P) Alan Dahlan tersebut kembali dalam jajaran Koarmada II usai mengemban misi perdamaian dunia selama setahun. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia naik 14 peringkat ke posisi 41 dalam Indeks Perdamaian Dunia 2019 menurut laporan edisi ketigabelas Global Peace Index, yang mencakup peringkat 163 negara berdasarkan tingkat kedamaian mereka.

    Menurut situs ReliefWeb, 12 Juni 2019, Global Peace Index dirilis oleh Institute for Economics and Peace (IEP), di mana GPI menjadi tolok ukur kedamaian global terdepan di dunia.

    Laporan ini menyajikan analisis berbasis data yang paling komprehensif hingga saat ini tentang perdamaian, nilai ekonominya, tren, dan bagaimana mengembangkan masyarakat yang damai.

    Baca juga: Indeks Daya Saing RI Naik 11 Peringkat, Darmin:Lompatan Tertinggi

    GPI mencakup 99,7 persen dari populasi dunia, menggunakan 23 indikator kualitatif dan kuantitatif dari sumber yang sangat kredibel, dan mengukur keadaan damai menggunakan tiga domain tematis: tingkat Keselamatan dan Keamanan Masyarakat; sejauh mana Konflik Domestik dan Internasional yang sedang berlangsung; dan tingkat Militerisasi.

    Laporan tahun ini menunjukkan bahwa tingkat rata-rata kedamaian global sedikit meningkat. Ini adalah pertama kalinya indeks meningkat dalam lima tahun.

    Rata-rata skor negara meningkat 0,09 persen, dengan 86 negara membaik, dan 76 mencatat penurunan. GPI 2019 mengungkapkan dunia di mana konflik dan krisis yang muncul dalam dekade terakhir telah mulai mereda, tetapi ketegangan baru di dalam dan di antara negara-negara telah muncul.

    Baca juga: World Happiness Report Rilis Daftar Negara Paling Bahagia Dunia

    Islandia tetap menjadi negara paling damai di dunia, posisi yang telah dipegangnya sejak 2008. Islandia bergabung di puncak indeks bersama Selandia Baru, Austria, Portugal, dan Denmark. Bhutan telah mencatat peningkatan terbesar dari negara mana pun di 20 besar, naik 43 tempat dalam 12 tahun terakhir.

    Sejak 2008, 25 negara paling tidak damai mengalami penurunan rata-rata 11 persen, sedangkan 25 negara paling damai meningkat rata-rata 1,8 persen.

    Baca juga: Finlandia Negara Paling Bahagia di Dunia, Apa Penyebabnya?

    Namun wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara tetap menjadi kawasan paling tidak damai di dunia, sementara Eropa tetap menjadi kawasan paling damai di dunia.

    Afganistan sekarang adalah negara yang paling tidak damai di dunia, menggantikan Suriah, yang sekarang menjadi negara paling tidak damai kedua dalam Indeks Perdamaian Dunia 2019, disusul Sudan Selatan, Yaman, dan Irak.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Sidang MK, Tudingan Kubu Prabowo - Sandiaga soal Pilpres 2019

    Pada 16 Juni 2019, Tim kuasa hukum Prabowo - Sandiaga menyatakan mempersiapkan dokumen dan alat bukti soal sengketa Pilpres 2019 ke Sidang MK.