Media Cina Tuding Barat Dukung Unjuk Rasa Hong Kong

Reporter

Editor

Budi Riza

Pengunjuk rasa bentrok dengan polisi saat melakukan aksi menuntut penghapusan usulan peraturan ekstradisi ke Cina di depan gedung parlemen Hong Kong, 9 Juni 2019. REUTERS/Thomas Peter

TEMPO.COBeijing – Media di Cina menyalahkan aksi unjuk rasa besar-besaran warga Hong Kong kepada intervensi asing. Berita media di Cina menyebut gerakan menolak pemerintahan Hong Kong, yang pro Beijing, sebagai gerakan yang berkolusi dengan Barat.

Baca juga: 1 Juta Warga Hong Kong Demo Tolak RUU Ekstradisi Cina

 

“Perlu disoroti bahwa kekuatan internasional memperkuat interaksinya dengan oposisi Hong Kong beberapa bulan ini,” begitu dilansir media Global Times menyoroti unjuk rasa besar pada akhir pekan yang menolak RUU Ekstradisi seperti dilansir Channel News Asia pada Senin, 10 Juni 2019.

Editorial Global Times menunjuk adanya pertemuan antara tokoh oposisi di Hong Kong dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo, dan Ketua DPR AS, Nancy Pelosi.

Media China Daily memberitakan dukungan kepada RUU yang kontroversial itu. RUU Ekstradisi ini mengatur ketentuan warga Hong Kong bisa diekstradisi ke Cina untuk menjalani pengadilan.

Baca juga: 1 Juta Demonstran Tuntut Mundur, Ini Reaksi Pemimpin Hong Kong

 

Menurut editorial ini, ada 700 ribu warga yang menyatakan dukungan lewat petisi online. Sedangkan aksi unjuk rasa menolak RUU itu hanya didukung sekitar 240 ribu.

“Sayangnya, sebagian penduduk Hong Kong tertipu oleh kelompok oposisi dan sekutu asing mereka sehingga mendukung kampanye anti RUU Ekstradisi,” kata dia.

Foto dan rekaman video dari drone menunjukkan aksi unjuk rasa pada Ahad, 9 Juni 2019, memenuhi jalanan di Kota Hong Kong. Diperkirakan sekitar satu juta warga turun ke jalan menyuarakan penolakan atas RUU itu.

Baca juga: Polisi Hong Kong Bersihkan Tempat Unjuk Rasa

 

Aksi unjuk rasa massal ini tidak menjadi berita di Cina. Stasiun televisi di Cina tidak memberitakan kejadian ini. Sedangkan kantor berita Xinhua menyuarakan dukungan pengesahan RUU itu.

Berita mengenai unjuk rasa ini juga tidak muncul di jejaring sosial Weibo, yang mirip Twitter. Di Hong Kong, warga memiliki kebebasan berekspresi karena adanya perjanjian 50 tahun antara Inggris, yang pernah menguasai Hong Kong, dan pemerintah Cina.

Foto: Menantang Pemerintah Hongkong, Joshua Wong Mogok Makan

Namun, para aktivis dan politikus oposisi di Hong Kong semakin sering menyuarakan bahwa kebebasan berpendapat semakin tergerus oleh pengetatan aturan atas pengaruh Beijing.

Para pengritik mengatakan RUU Ekstradisi itu akan digunakan Beijing untuk mengejar para tokoh oposisi, yang bersikap kritis terhadap kebijakan pemerintah.

Namun, para pendukung RUU itu mengatakan aturan ekstradisi itu hanya berlaku untuk para kriminal yang melarikan diri dari Cina daratan ke Hong Kong.






WNI di Iran Diminta Tak Ikut Unjuk Rasa Kematian Mahsa Amini

4 jam lalu

WNI di Iran Diminta Tak Ikut Unjuk Rasa Kematian Mahsa Amini

Orang-orang dari berbagai lapisan masyarakat di seluruh Iran telah bergabung dalam protes kematian Amini, WNI diminta tak ikut-ikutan.


Kaspersky Temukan Penginstal Tor Browser Terinfeksi Didistribusikan via YouTube

21 jam lalu

Kaspersky Temukan Penginstal Tor Browser Terinfeksi Didistribusikan via YouTube

Kaspersky mengatakan sebagian besar pengguna yang terkena dampak berasal dari Cina.


Xi Jinping Diprediksi Akan Lebih Menekan Taiwan Jika Terpilih Jadi Presiden

1 hari lalu

Xi Jinping Diprediksi Akan Lebih Menekan Taiwan Jika Terpilih Jadi Presiden

Taiwan memprediksi pemaksaan dan intimidasi dari Cina akan meningkat begitu Presiden Xi Jinping mengambil masa jabatan ketiganya.


Uya Kuya Lebih Pilih Naik Pesawat Kelas Ekonomi ke Amerika: Biar Hemat

3 hari lalu

Uya Kuya Lebih Pilih Naik Pesawat Kelas Ekonomi ke Amerika: Biar Hemat

Uya Kuya memberikan jawaban menohok ketika disinggung soal naik pesawat kelas ekonomi setelah mengantar putrinya kuliah di Amerika.


Unjuk Rasa Dampak Kematian Mahsa Amini Berlarut-larut, Siapa Dalang Dibaliknya?

3 hari lalu

Unjuk Rasa Dampak Kematian Mahsa Amini Berlarut-larut, Siapa Dalang Dibaliknya?

Unjuk rasa di Iran buntut kematian Mahsa Amini, 22 tahun, sudah masuk pekan ketiga. Mengapa demonstrasi ini berlarut-larut?


Pemimpin Iran Tertinggi Pertama Kali Komentari Kematian Mahsa Amini

3 hari lalu

Pemimpin Iran Tertinggi Pertama Kali Komentari Kematian Mahsa Amini

Pemimpin Iran tertinggi Ayatollah Ali Khamenei pada Senin, 3 Oktober 2022, mengutarakan kesedihan atas kematian Mahsa Amini.


Kematian Mahsa Amini, Aparat Keamanan Iran Bentrok dengan Mahasiswa

4 hari lalu

Kematian Mahsa Amini, Aparat Keamanan Iran Bentrok dengan Mahasiswa

Aparat keamanan Iran bentrok dengan mahasiswa dari sebuah universitas favorit di Tehran pada Minggu, 2 Oktober 2022 buntut dari kematian Mahsa Amini.


Reaksi Kimia Gas Air Mata, Ini yang Mungkin Dialami Korban Tragedi Kanjuruhan

4 hari lalu

Reaksi Kimia Gas Air Mata, Ini yang Mungkin Dialami Korban Tragedi Kanjuruhan

Gas air mata adalah gas yang menyakitkan karena secara langsung mengaktivasi reseptor-reseptor saraf yang membuat kita bisa merasakan sakit.


Aksi Protes Buntut Kematian Mahsa Amini di Iran Masuk Pekan Ketiga

5 hari lalu

Aksi Protes Buntut Kematian Mahsa Amini di Iran Masuk Pekan Ketiga

Unjuk rasa di Iran buntut kematian Mahsa Amini memasuki pekan ketiga dan terjadi di penjuru wilayah Iran.


Bahaya Zat Karsinogenik, Pestisida Terlarang Dalam Makanan Olahan hingga Bahan Bangunan

5 hari lalu

Bahaya Zat Karsinogenik, Pestisida Terlarang Dalam Makanan Olahan hingga Bahan Bangunan

Hong Kong memberhentikan peredaran produk Mie Sedaap asal Indonesi karena mengandung zat karsinogenik. Apa itu zat karsinogenik?