1 Juta Demonstran Tuntut Mundur, Ini Reaksi Pemimpin Hong Kong

Pemimpin kota Hong Kong yang ditunjuk Beijing, Cina, Carrie Lam. [ Hong Kong Free Press]

TEMPO.CO, Jakarta - Pemimpin kota semi-otonomi Hong Kong, Carrie Lam Cheng Yuet telah dipaksa mundur oleh lebih dari 1 juta demonstran yang turun ke jalan tadi malam untuk menolak rancangan undang-undang ekstradisi yang sedang dibahas di legislatif.

Lam dianggap menjadi perpanjangan tangan Cina di Hong Kong sejak dia diberi jabatan sebagai pemimpin di kota ini tahun 2017.

Baca juga: 1 Juta Warga Hong Kong Demo Tolak RUU Ekstradisi Cina

Lam yang mendapat dukungan penuh Beijing untuk menggolkan RUU Ekstradisi tidak bereaksi apapun tentang tuntutan mundur dari para demonstran.

Menurut laporan Hong Kong Free Press, Lam menghadiri 3 acara publik pada hari Minggu saat berlangsung demonstrasi, namun tidak memberikan tanggapan apapun.

Di hari yang sama, yang muncul hanya pernyataan juru bicara pemerintah Hong Kong yang dikutip sejumlah media saat awal demonstran mulai bermunculan pada hari Minggu. Pemerintah mengatakan RUU Ekstradisi yang kontraversial itu berdasarkan pada hukum.

Ribuan pengunjuk rasa melakukan aksi menuntut penghapusan usulan peraturan ekstradisi ke Cina di depan gedung parlemen Hong Kong, 9 Juni 2019. Peraturan baru ini dikhawatirkan akan mengancam kebebasan sipil dan perlindungan hukum di Hong Kong. REUTERS/Tyrone Siu

Baca juga: Larangan Promosikan Kemerdekaan Hong Kong dari Cina Disahkan

Pemerintah Hong Kong mendesak legislatif untuk mengawasi pembahasan RUU ini di tengah aksi protes berlanjut di luar gedung parlemen.

Mengutip South China Morning Post, 21 Mei 2019, Wakil pemimpin Cina, Han Zheng, mengatakan, RUU Ekstradisi itu untuk membantu kota menunjukkan tegaknya hukum dan keadilan.

Han juga mendesak setiap warga Hong Kong untuk mendukung RUU yang membolehkan seorang tersangka di Hong Kong dipindahkan proses hukumnya di kota yang tidak punya kesepakatan ekstradisi dengan Hong Kong termasuk Cina daratan.

"Semua sektor harus bekerja keras bersama-sama untuk membantu Hong Kong membangun citra yang baik di aspek penegakan hukum di seluruh dunia," kata Han.

Lam membela para pejabat di Cina dengan mengatakan keterlibatan Beijing dalam penggodokan RUU ini adalah hal wajar setelah kekuatan asing mengubahnya menjadi masalah kedaulatan bagi Cina.

Baca juga: Bandara Hong Kong Pasang Sensor Pengenal Wajah

"Ini bukan hanya urusan internal Hong Kong. Ini sudah meningkat ke level negara, dua sisem dan konstitusionalitas dari Hukum Dasar," kata Lam merujuk pada kebijakan pemerintah Beijing untuk Hong Kong dan mini-konstitusi kota itu.

Apapun penjelasan Cina dan Lam, warga Hong Kong tetap menolak RUU Ekstradisi itu dan menuntut Lam serta semua pejabat senior mundur.

"Dia harus menarik rancangan undang-undang itu dan mundur," kata James To, mantan anggota legislatif partai Demokrat saat berdemo di pada Minggu malam, 9 Juni 2019 seperti dikutip dari Reuters.

"Seluruh warga Hong Kong menolaknya," tegas To lagi.

Demonstrasi hingga memasuki hari Senin, 10 Juni masih berlangsung. Para demonstran memenuhi taman Victoria yang menjadi simbol perjuangan warga Hong Kong terhadap Cina.






4 Fakta Menarik Seputar Penarikan Mie Sedaap di Pasar Hong Kong

1 jam lalu

4 Fakta Menarik Seputar Penarikan Mie Sedaap di Pasar Hong Kong

Mengutip dari The Standard, penarikan Mie Sedaap itu karena Pusat Keamanan Pangan menemukan kemungkinan adanya etilen oksida, sejenis pestisida.


Banyak Semut di Bumi Diperkirakan 20 Kuadriliun, Belum Terhitung yang di Pohon

1 hari lalu

Banyak Semut di Bumi Diperkirakan 20 Kuadriliun, Belum Terhitung yang di Pohon

Total biomassa semut di dunia 12 juta ton, lampaui burung dan mamalia liar digabung menjadi satu.


Mike Pompeo Kasih Saran Amerika soal Cina

1 hari lalu

Mike Pompeo Kasih Saran Amerika soal Cina

Mike Pompeo memberikan masukan ke Amerika soal bagaimana menghadapi Cina.


Wings Group Buka Suara soal Mie Sedaap yang Ditarik dari Pasar Hong Kong

1 hari lalu

Wings Group Buka Suara soal Mie Sedaap yang Ditarik dari Pasar Hong Kong

Wings Group Indonesia menjelaskan Mie Sedaap diproduksi dengan menaati regulasi dari badan terkait untuk memenuhi standar keamanan pangan yang berlaku.


Mie Sedaap dari Indonesia Ditarik Hong Kong, Ditemukan Bahan Berbahaya Penyebab Kanker

1 hari lalu

Mie Sedaap dari Indonesia Ditarik Hong Kong, Ditemukan Bahan Berbahaya Penyebab Kanker

Hong Kong melarang peredaran Mie Sedaap asal Indonesia karena mengandung pestisida.


Investor Cina Disebut Tertarik Bangung Industri Hilirisasi Timah di Bangka Belitung

2 hari lalu

Investor Cina Disebut Tertarik Bangung Industri Hilirisasi Timah di Bangka Belitung

Ridwan menuturkan Indonesia adalah penghasil timah terbesar kedua di dunia. Dua investor asal Cina meliriknya.


Kamala Harris dan Perdana Menteri Jepang Mengecam Sikap Cina ke Taiwan

3 hari lalu

Kamala Harris dan Perdana Menteri Jepang Mengecam Sikap Cina ke Taiwan

Kamala Harris dan Perdana Menteri Jepang mengutuk tindakan Cina di Selat Taiwan dan menegaskan kembali pentingnya menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.


Pacuan Teknologi Bom versus Bunker Iran dan Amerika

4 hari lalu

Pacuan Teknologi Bom versus Bunker Iran dan Amerika

Beton yang semakin kuat memaksa bom-bom bunker buster semakin dahsyat. Saat ini beton yang menang?


Geger Rumor Presiden Cina Xi Jinping Dikudeta

5 hari lalu

Geger Rumor Presiden Cina Xi Jinping Dikudeta

Presiden Cina Xi Jinping trending di Twitter kalau dia dikenai tahanan rumah dan dikudeta militer. Sejauh ini, kabar tersebut belum terkonfirmasi.


Hong Kong Hapus Kewajiban Karantina di Hotel, Cukup Tes Antigen

6 hari lalu

Hong Kong Hapus Kewajiban Karantina di Hotel, Cukup Tes Antigen

Hong Kong akan menghapus kebijakan wajib karantina hotel Covid-19 untuk semua kedatangan mulai 26 September 2022