Duterte Menolak Investigasi Internasional Soal Perang Narkoba

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Filipina, Rodrigo Duterte. Sumber: Reuters/asiaone.com

    Presiden Filipina, Rodrigo Duterte. Sumber: Reuters/asiaone.com

    TEMPO.COManila – Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, menolak seruan pakar Hak Asasi Manusia dari Perserikatan Bangsa-Bangsa  atau PBB agar digelar investigasi atas dugaan pelanggaran HAM.

    Baca juga: 5 Poin Soal Perang Narkoba Brutal di Filipina Ala Duterte

     

    Juru bicara pemerintah Filipina mengatakan investigasi itu merupakan bentuk intervensi terhadap urusan domestik.

    “Seruan terbaru oleh 11 pelapor khusus dari PBB agar digelar penyelidikan internasional di Filipina bukan hanya ditantang secara intelektual tapi juga dianggap sebagai bentuk gangguan terhadap kedaulatan Filipina,” Salvador Panelo, juru bicara Presiden Rodrigo Duterte, seperti dilansir Channel News Asia pada Sabtu, 8 Juni 2019.

    Baca juga: Duterte Ancam akan Bunuh Polisi yang Terlibat Narkoba

     

    Panelo menuding para pakar HAM PBB ini menilai kondisi di Filipina secara bias dan menggunakan fakta keliru.  

    “Orang-orang yang telah bicara mengkritik perang narkoba dan rekam jejak HAM dari Presiden secara umum adalah orang-orang yang menolak hasil pemilu sela Filipina,” kata dia.

    Baca juga: Rodrigo Duterte Ancam Bunuh Uskup Jika Terlibat Narkoba

     

    Seperti dilansir Manila Buletin, sejumlah pendukung Presiden Rodrigo Duterte mendapat kursi pada pemilu sela di Senat dan DPR. Ini membuat posisi Duterte semakin kuat dalam peta politik Filipina.

    Baca juga: Duterte Imbau Umat Katolik Tidak ke Gereja, Kenapa?

     

    11 pakar HAM PBB yang menyerukan digelarnya investigasi atas dugaan pelanggaran HAM oleh rezim Duterte dalam perang narkoba tidak bicara atas nama PBB. Salah satu dari mereka adalah Agnes Callamard, yang mengecam aksi extra-judicial killing oleh polisi dan tentara pada saat penggerebekan narkoba.

    Duterte menggelar kampanye perang narkoba dan upaya menekan angka kriminalitas di Filipina sebagai janji kampanye dan program utama pemerintahannya, yang berlangsung sejak 2016.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arab Saudi Buka Bioskop dan Perempuan Boleh Pergi Tanpa Mahram

    Berbagai perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi mulai dari dibukanya bioskop hingga perempuan dapat bepergian ke luar kerajaan tanpa mahramnya.