Bloomberg Keluarkan Rp 7,1 Triliun, Tutup 250 Tambang Batu Bara

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mohammed bon Salman bertemu dengan pendiri Bloomberg dan bekas Wali Kota New York City, Michael Bloomberg. [Anadolu/Saudi Kingdom Council/Handout]

    Mohammed bon Salman bertemu dengan pendiri Bloomberg dan bekas Wali Kota New York City, Michael Bloomberg. [Anadolu/Saudi Kingdom Council/Handout]

    TEMPO.CO, Jakarta - Miliader dan filantropis Amerika Serikat, Michael Bloomberg merelakan uangnya sebesar US$ 500 juta atau setara dengan Rp 7,1 triliun untuk menutup semua tambang batu bara di negaranya hingga tahun 2030 serta mencegah berdirinya tambang baru.

    Bloomberg menegaskan AS harus mengakhiri penggunaan energi karbon dan memerangi perubahan iklim.

    Baca juga: Michael Bloomberg Sebut Kepresidenan Donald Trump Sudah Tamat

    Mantan wali kota New York itu akan meluncurkan satu inisiatif yang diberi nama Beyond Carbon initiative dan uang itu akan diinvestasikan untuk inisiatif tersebut dengan tujuan menutup hampir 250 tambang batu bara di AS hingga 2030 dan mencegah tambang baru didirikan.

    "Kita berada dalam perlombaan melawan waktu dengan perubahan iklim, dan hampir tidak ada harapan tindakan berani pemerintah federal tentang masalah ini untuk sedikitnya dua tahun lagi," kata Bloomberg dalam pernyataannya, seperti dikutip dari Daily Mail, 7 Juni 2019.

    Baca juga: Cina Tutup Seribu Tambang Batu Bara Demi Olimpiade Beijing

    Kandidat presiden AS dari partai Demokrat ini mengatakan, dia telah mengajukan total US$ 1 miliar untuk memerangi perubahan iklim, termasuk upaya Beyond Coal pada tahun 2011 yang sejauh ini telah berhasil menutup 289 tambang batu bara di AS.

    Bloomberg, utusan khusus perubahan iklim di Sekretaris Jenderal PBB, meng-tweet inisiatif ini sebagai kampanye terkoordinasi terbesar yang pernah ada untuk mengatasi krisis iklim di AS.

    Bloomberg berencana akan mengumumkan program initiatif tersebut saat berkunjung ke Massachuseets Institute of Technology atau MIT pada Jumat, 7 Juni 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.