Pesawat Tempur Rusia Tiga Kali Cegat Pesawat Tempur AS, Mengapa?

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sukhoi Su-35 [Marina Lystseva/TASS]

    Sukhoi Su-35 [Marina Lystseva/TASS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pesawat tempur Rusia Sukhoi SU-35 mencegat pesawat tempur Amerika Serikat yang melintas di atas laut Mediterania sebanyak tiga kali dalam kurun waktu 3 jam pada hari Selasa, 4 Juni 2019.

    "4 Juni 2019, pesawat AS P-8A terbang di wilayah udara internasional di Laut Mediterania dicegat oleh SU-35 Rusia tiga kali dalam temput 175 menit," kata Armada ke 6 dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari CNN, Rabu, 5 Juni 2019.

    Baca juga: F-22 AS Cegat Pesawat Pengebom Tu-92 Rusia di Alaska

    Menurut Armada ke 6, dalam pencegatan kedua dianggap sebagai tindakan aman karena pesawat Rusia itu melakukan lintasan dengan kecepatan tinggi di depan pesawat AS. Sehingga pencegatan itu dapat membahayakan pilot dan kru pesawat AS.

    Pesawat tempur AS disebut mematuhi standar internasional dan tidak melakukan provokasi Rusia.

    Baca juga: Jet Tempur Korea Selatan Cegat Jet Tempur Cina, Ada Apa?

    Tindakan pencegatan pesawat tempur Rusia yang juga berada di wilayah penerbangan internasional dianggap tidak bertanggung jawab.

    "Kami berharap mereka berperilaku dalam standar internasional yang ditetapkan untuk memastikan keselamatan dan untuk mencegah insiden. Tindakan yang tidak aman meningkatkan risiko kesalahan perhitungan dan potensi tabrakan di udara," ujar Armada ke 6 AS.

    Baca juga: Jet Tempur Inggris Cegat Pesawat Patroli Rusia di Atas Laut Hitam

    Bulan Mei lalu, jet tempur siluman AS, F-22 mencegat 4 pesawat pengebom Rusia dan dua pesawat tempur SU-35 di perairan internasional di Alaska.

    Pesawat tempur itu dilihat pejabat militer AS sebagai bagian dari pelatihan militer Rusia untuk menghadapi potensi krisis sambil mengirim pesan tentang kekuatannya kepada musuh.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.