AS Jual 38 Drone Pengintai ke 4 Negara ASEAN Senilai Rp 668,4 M

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Drone ScanEagle buatan AS.

    Drone ScanEagle buatan AS.

    TEMPO.CO, Jakarta - Amerika Serikat menjual 34 drone pengintai kepada 4 negara di kawasan Laut Cina Selatan, yakni Indonesia, Malaysia, Filipina dan Vietnam senilai US$ 47 juta atau setara dengan Rp 668,4 miliar.

    Pentagon mengumumkan pembelian 34 drone ScanEagle kepada 4 negara anggota ASEAN itu pada hari Jumat lalu.

    Baca juga: Angkatan Udara AS Pamer Drone Tempur Siluman Baru

    Pekan lalu, pelaksana Menteri Pertahanan AS Patrick Shanahan melakukan kunjungan kerja ke Indonesia bertemu antara lain Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu.

    Nilai penjualan drone sebesar itu sudah termasuk sparepart dan perbaikan, peralatan pendukung, alat-alat lainnya, pelatihan dan pelayanan teknis, seperti dikutip dari Channel News Asia, 4 Juni 2019. 

    Baca juga: Kalashnikov Rusia Luncurkan Drone Bunuh Diri

    Pengerjaan drone tanpa diperlengkapi senjata ini akan rampung pada Maret 2022.

    Malaysia membeli 12 drone, Indonesia dan Filipina masing-masing membeli 8 drone, dan Vietnam sebanyak 6 drone.

    Drone ini memiliki kemampuan mengumpulkan lebih banyak informasi intelijen yang kemungkinan akan membatasi aktivitas Cina di kawasan Laut Cina Selatan.

    Baca juga: Militer AS Rekrut Hacker untuk Halau Serangan Drone Kecil

    Cina selama ini mengklaim kawasan Laut Cina Selatan sebagai wilayah kedaulatannya. Sejumlah negara lainnya juga mengklaim wilayah ini seperti Vietnam, Taiwan, dan Filipina.

    Drone buatan AS ini memiliki kemampuan mengumpulkan lebih banyak informasi intelijen yang kemungkinan akan membatasi aktivitas Cina di kawasan Laut Cina Selatan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.