25 Warga Indonesia Salat Idul Fitri di Addis Ababa, Ethiopia

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga Indonesia mengadakan salat Idul Fitri di Wisma Indonesia di Addis Ababa, ibukota Ethiopia, Selasa, 4 Juni 2019. [KBRI Addis Ababa]

    Warga Indonesia mengadakan salat Idul Fitri di Wisma Indonesia di Addis Ababa, ibukota Ethiopia, Selasa, 4 Juni 2019. [KBRI Addis Ababa]

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekitar 25 warga Indonesia di Ethiopia merayakan Idul Fitri pada 4 Juni 2019. Mereka mengadakan salat Idul Fitri di Wisma Indonesia di Kedutaan Besar RI di Addis Ababa. Warga Indonesia, Afan Gaffar sebagai imam dan khatib.

    Baca juga: Arab Saudi dan Negara Teluk Lain Tetapkan Idul Fitri 4 Juni

    Dalam rilis KBRI Addis Ababa menjelaskan, salat Idul Fitri diselenggarakan secara sederhana.

    Semula, sekitar 30 orang warga Indonesia di kota Hawassa, berjarak 280 kilometer arah selatan Addis Ababa berencana ikut salat Idul Fitri di KBRI Addis Ababa jika Idul Fitri jatuh pada hari Rabu, 5 Juni sebagaimana diperkirakan semula.

    Baca juga: Kisah Menarik Warga Ethiopia yang Berbeda Agama Sambut Idul Fitri

    “Masyarakat Indonesia di kota Hawassa yang umumnya bekerja di pabrik-pabrik Indonesia di sana, akan merayakan Lebaran bersama masyarakat Indonesia lainnya di Ethiopia dalam acara open house yang diselenggarakan KBRI Addis Ababa Rabu,”, kata Duta Besar RI di Addis Ababa, Al Busyra Basnur.

    Production Director TAL Garment Manufacturing, Agung Wibowo berujar:"Mereka sudah membeli tiket pesawat terbang ke Addis Ababa yang dijadwalkan pada hari ini (Selasa). Namun ternyata, Idul Fitri yang jatuh lebih awal, membuat mereka tidak bisa bergabung menunaikan salat Idul Fitri di KBRI Addis Ababa pada hari ini."

     Ethiopia seperti Arab Saudi dan negara-negara Arab lainnya merayakan Idul Fitri pada 4 Juni 2019. Indonesia merayakan Idul Fitri besok, 5 Juni.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anwar Usman dan 8 Hakim Sidang MK dalam Gugatan Kubu Prabowo

    Mahkamah Konstitusi telah menunjuk Anwar Usman beserta 8 orang hakim untuk menangani sengketa pemilihan presiden 2019.