Kisah Menarik Warga Ethiopia yang Berbeda Agama Sambut Idul Fitri

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Addis Ababa City. Ethiopia. ethiosports.com

    Addis Ababa City. Ethiopia. ethiosports.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Ethiopia yang terletak di benua Afrika memberi contoh dalam merawat keberagaman dan solidaritas antar umat beragama khususnya di hari Idul Fitri tahun 2019.

    Kebersamaan dan kesatuan warga yang berbeda agama diwujudkan antara lain membersihkan masjid-masjid menyambut Idul Ftri di Addis Ababa, ibukota Ethiopia.

    Baca juga: Kisah Sedih Ayah di Yaman Tak Mampu Beli Baju Lebaran Anaknya

    Mengutip laporan Africanews, di minggu terakhir Ramadan, polisi, anak-anak muda, dan pejabat setempat beramai-ramai membersihkan 3 masjid besar yang akan digunakan bagi umat Muslim untuk salat Id menyambut Idul Fitri.

    Perdana Menteri Ethiopia, Abiy Ahmed bersama umat Kristen Ortodoks Ethiopia membersihkan area sekitar Stadiun yang akan digunakan untuk perayaan Idul Fitri.

    Selama 24 jam hingga memasuki 4 Juni 2019, para pemimpin agama di wilayah Oromia bergabung dengan masyarakat dan pegawai pemerintah juga membersihkan rumah ibadah sebagai wujud solidaritas sesama Muslim yang bersiap merayakan Idul Fitri.

    Pemerintah Ethiopia juga menggratiskan warganya menggunakan angkutan umum untuk merayakan Idul Fitri.

    Baca juga: Donald Trump dan Ibu Negara Ucapkan Selamat Idul Fitri

    "Sebagaimana Idul Fitri diumumkan resmi pada hari Selasa, pemerintah kota Addis Ababa mengatakan lebih dari 800 bus angkutan umum siap memberikan layanan gratis untuk ratusan ribu warga Muslim untuk datang ke Stadiun. Lebih dari 200 relawan hari ini membersihkan Stadiun," ujar pernyataan media Addis Standar melalui akun Twitter.

    Ethiopia, negara dengan keberagaman agama, merayakan Idul Fitri pada 4 Juni 2019 seperti juga Arab Saudi dan beberapa negara kawasan Timur Tengah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anwar Usman dan 8 Hakim Sidang MK dalam Gugatan Kubu Prabowo

    Mahkamah Konstitusi telah menunjuk Anwar Usman beserta 8 orang hakim untuk menangani sengketa pemilihan presiden 2019.