Gelombang Panas Menyapu India, Suhu Hampir 51 Derajat Celsius

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sepeda motor melintas di atas aspal yang meleleh akibat gelombang panas di New Delhi, India, 27 Mei 2015. Di New Delhi suhu bisa mencapai lebih dari 45C pada siang hari. Epa/Harish Tyagi via metro.co.uk

    Sepeda motor melintas di atas aspal yang meleleh akibat gelombang panas di New Delhi, India, 27 Mei 2015. Di New Delhi suhu bisa mencapai lebih dari 45C pada siang hari. Epa/Harish Tyagi via metro.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - India diterpa gelombang panas mendekati 51 derajat Celsius hari Sabtu, 1 Juni 2019 dan diperkirakan akan berlanjut hingga pekan depan.

    Suhu tertinggi mencapai 50.8 derajat Celsius terjadi di Churu, Rajasthan, di bagian barat India. Sementara suhu di tempat lainnya mencapai titik di atas suhu normal.

    Baca juga: Malaysia Dilanda Gelombang Panas Hingga 40 Derajat

    Departemen Meteorologi India mencatat, suhu di ibu kota India, New Delhi tercatat di observatorium Palam sebesar 46,1 derajat Celsius. Sedangkan di observatorium Safdarjung mencapai suhu maksimum 43.5 derajat Celsius. Suhu setinggi ini merupakan kategori merah, seperti dikutip dari India Today, 1 Juni 2019.

    Sementara kota-kota lainnya suhu bervariasi antra 45 hingga 49 derajat Celsius.

    Berdasarkan laporan Departemen Meteorologi India, gelombang panas terparah terjadi di Rajasthan, Vidarbha, dan Madhya Pradesh hingga lima hari ke depan. Setelah itu gelombang panas akan menyapu Punjab, Haryana, Chandigarh, Delhi, dan selatan negara bagian Uttar Pradesh tiga hari ke depan.

    Peringatan akan kekurangan air bersih dan kesehatan dipicu gelombang panas di India telah dikeluarkan.

    Baca juga: Cuaca Ekstrem, Gelombang Panas Landa Australia Ketika AS Membeku

    Beberapa danau dan sungai di sejumlah kota di India mulai mengerng. Di negara bagian barat India seperti Maharshtra, para petani kesulitan mendapatkan air untuk hewan ternak dan lahan pertanian mereka.

    "Kami terpaksa mencari tanker air dari desa-desa terdekat karena cadangan air, danau, dan sungai mengering," kata Rajesh Chandrakant, penduduk Beed di satu distrik paling parah dilanda gelombang panas, seperti dikutip dari Channel News Asia, 2 Juni 2019.

    "Petani hanya mendapatkan air setiap tiga hari untuk ternak mereka," ujarnya.

    Raghunath Tonde, seorang petani, mengatakan kawasannya mengalami kekurangan air yang lebih parah dibandingkan lima tahun lalu.

    "Kami ketakutan dengan jiwa kami dan penghidupan kami," kata Raghunath.

    Baca juga: Gelombang Panas di Jepang, 14 Orang Tewas

    Harian The Hindustan Times melaporkan, warga Beed telah menghentikan aktivitas mereka untuk mencuci pakaian karena sulitnya air.

    Institut Teknologi India di Gandhinagar telah mengingatkan pada April lalu bahwa lebih dari 40 persen dari seluruh wilayah India mengalami kekeringan parah tahun ini akibat gelombang panas di musim Monsoon.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.