Presiden Rodrigo Duterte Mengaku Pernah Menjadi Gay

Presiden Filipina Rodrigo Roa Duterte (kanan) tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Rabu, 10 Oktober 2018. ANTARA/Fikri Yusuf

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Filipina Rodrigo Duterte kembali melontarkan pernyataan kontroversial, dan kali ini ia mengaku pernah menjadi gay sebelum bertemu istrinya.

Pernyataan Duterte terlontar saat lawatan ke Jepang, seperti dikutip dari Russia Today, 1 Juni 2019.

Duterte pernah menuduh sebagian besar pastor di gereja Katolik homoseksual pada awal tahun ini.

Baca juga: Rodrigo Duterte Mengaku Takut Karma dan Percaya Tuhan

"Saya berkata, 'Apakah Anda yakin?' Mereka berkata, 'Anda bertanya pada orang gay mana pun yang melihat Trillanes berjalan, mereka akan mengatakan dia gay.' Tidak heran. Untung Trillanes dan saya mirip, tapi saya menyembuhkan diri saya sendiri," kata Duterte merujuk pengkritiknya yang paling vokal, Senator Antonio Trillanes.

Dia kemudian mengatakan bahwa dia membuat keputusan untuk menjadi "laki-laki" lagi setelah bertemu dengan mantan istrinya, sebelum menambahkan "Duterte adalah gay. Jadi saya gay, saya tidak peduli apakah saya gay atau tidak."

Presiden Filipina Rodrigo Duterte dan putrinya Sarah mengisi buku tamu di Museum Peringatan Holocaust, Yad Vashem [Times of Israel]

Meskipun dia tidak pernah begitu eksplisit, ini bukan pertama kalinya Duterte mengisyaratkan tentang kecenderungan seksualnya.

Pada 2017, dia bercanda tentang bagaimana jika dirinya menjadi biseks sehingga dia bisa bersenang-senang dengan dua cara.

Duterte juga sering berganti-ganti sikap soal melegalkan pernikahan gay di negara yang mayoritas penduduknya Katolik konservatif itu.

Baca juga: Kecoak Menempel di Baju Presiden Duterte saat Pidato

Dia pernah mengklaim gagasan melegalkan homoseksual sejak awal dalam kepresidenannya, tapi dia kemudian membuat pernyataan yang mengatakan gagasan itu bertentangan dengan prinsip-prinsip sipil dan agama negara.

Namun pengakuan Rodrigo Duterte ini masih diragukan, karena ia sering menggunakan kata-kata ofensif atau sindiran dalam pernyataan publiknya.

Misalnya pada 2016, Duterte yang kesal menyebut Dubes AS untuk Filipina Philip Goldberg sebagai duta besar gay dan putra seorang pelacur.






Acara Parade gay di Serbia Ditentang

22 hari lalu

Acara Parade gay di Serbia Ditentang

Ribuan orang di Serbia berunjuk rasa meminta agar Pemerintah Serbia membatalkan acara parade gay pekan depan.


PM Singapura Membolehkan Hubungan Seks Kaum Gay

43 hari lalu

PM Singapura Membolehkan Hubungan Seks Kaum Gay

Dalam pidato hari nasional tahunannya, Lee mengatakan masyarakat Singapura, terutama kaum muda lebih menerima kaum gay.


Kemenkes: Risiko Tertular Cacar Monyet karena Kontak Erat dengan Pasien

44 hari lalu

Kemenkes: Risiko Tertular Cacar Monyet karena Kontak Erat dengan Pasien

Pasien positif itu adalah satu dari 23 pasien yang dites cacar monyet oleh Kementerian Kesehatan.


Di Wabah yang Sekarang, Cacar Monyet Sebabkan Penis Bengkak dan Sakit Anal

2 Agustus 2022

Di Wabah yang Sekarang, Cacar Monyet Sebabkan Penis Bengkak dan Sakit Anal

Ada satu lagi gejala tak biasa di wabah cacar monyet yang sekarang, yaitu ...


WHO Desak Asia Tenggara Perkuat Pengawasan Cacar Monyet dalam Populasi Berisiko

25 Juli 2022

WHO Desak Asia Tenggara Perkuat Pengawasan Cacar Monyet dalam Populasi Berisiko

WHO meminta negara anggota di Asia Tenggara meningkatkan pengawasan cacar monyet pada populasi berisiko tanpa stigma dan diskriminasi


5 Pelaku Penipuan Lewat Aplikasi Kencan Ditangkap

14 Juli 2022

5 Pelaku Penipuan Lewat Aplikasi Kencan Ditangkap

Pelaku penipuan ini menjadikan kelompok LGBT sebagai targetnya


Filipina Perintahkan Situs Berita Filipina Rappler Ditutup

29 Juni 2022

Filipina Perintahkan Situs Berita Filipina Rappler Ditutup

Komisi Sekuritas dan Bursa Filipina (SEC) pada Rabu 29 Juni 2022 memerintahkan situs berita Filipina Rappler ditutup.


Filipina Kesal Jaksa di ICC Mau Investigasi Lagi Kematian dalam Kampanye Melawan Narkoba

25 Juni 2022

Filipina Kesal Jaksa di ICC Mau Investigasi Lagi Kematian dalam Kampanye Melawan Narkoba

Seorang jaksa di ICC akan membuka lagi investigasi atas jatuhnya ribuan korban tewas dalam kampanye perang melawan narkoba di Filipina.


Penembakan di Klub Malam Oslo, Polisi: Pelaku Hanya Satu Orang

25 Juni 2022

Penembakan di Klub Malam Oslo, Polisi: Pelaku Hanya Satu Orang

Namun, polisi menolak berkomentar apakah penembakan di klub malam Oslo merupakan serangan teroris


Penembakan di Klub Malam Oslo, Dua Tewas dan 14 Terluka

25 Juni 2022

Penembakan di Klub Malam Oslo, Dua Tewas dan 14 Terluka

Dua orang tewas dan 14 lainnya luka-luka pada Sabtu dalam penembakan di klub malam Oslo, ibu kota Norwegia.