AS Tutup Akses Data Intelijen Jika Eropa Gunakan Produk Huawei

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo, mengkritik sikap Inggris terhadap Cina dan perusahaan telekomunikasi raksasa Huawei terkait pembangunan jaringan 5G pada Rabu, 8 Mei 2019. Reuters

    Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo, mengkritik sikap Inggris terhadap Cina dan perusahaan telekomunikasi raksasa Huawei terkait pembangunan jaringan 5G pada Rabu, 8 Mei 2019. Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Amerika Serikat meningkatkan tekanan ke negara-negara sekutu di Eropa termasuk Jerman untuk tidak menggunakan produk Huawei, Cina. Jika tetap memakainya, maka AS akan menutup akses data intelijen yang penting termasuk data pribadi warga negara mereka.

    Baca juga: Mahathir Mohamad: Malaysia Tetap Pakai Produk Huawei

    Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengeluarkan peringatan itu saat bertemu Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas dalam kunjungan kerjanya ke Jerman, Jumat, 31 Mei 2019.

    Sejauh ini, Jerman bersama Inggris dan Prancis tidak menyuarakan larangan terhadap Huawei membangun jaringan 5G.

    Pompeo mengatakan, saat negara-negara mengambil keputusan atas dasar kedaualatan negara dalam penggunaan peralatan teknologi komunikasi, maka keputusan itu memiliki konsekwensi.

    "Ada resiko kita harus mengubah perilaku kita mengingat fakta kita tidak dapat mengizinkan data tentang warga negara atau data tentang keamanan nasional melintas di jaringan yang tidak kita percaya," kata Pompeo seperti dikutip dari Channel News Asia, 1 Juni 2019.

    Baca juga: Dilarang Berbisnis di AS, Huawei Menggugat Putusan Donald Trump

    Pompeo kemudian bertemu Kanselor Angela Merkel untuk berbicara singkat sebelum melanjutkan kunjungan ke Swiss.

    "Jerman merupakan sekutu besar, mitra penting bagi Amerika Serikat," kata Pompeo.

    Sebelum menekan Jerman, Pompoe mendesak sekutu dekatnya Inggris untuk tidak menggunakan teknologi jaringa 5G Huawei karena Cina akan menjadikannya kendaraan untuk melakukan kegiatan intelijen.

    Baca juga: Perusahaan Cina Beri Insentif, Bonus, Denda dan Pecat Demi Huawei

    Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Geng Shuang mengatakan, AS belum membuktikan produk Huawei beresiko terhadap keamanan.

    "Kami mengharap AS dapat menghentikan aksi keliru yang semuanya tidak sepadan dengan status dan posisinya sebagai negara besar," kata Shuang.

    Aksi solidaritas terhadap Huawei, perusahaan teknologi raksasa Cina yang dimusuhi AS, merebak di berbagai negara dengan memberikan diskon, promosi dan insentif bagi siapa saja yang dapat menunjukkan dirinya memiliki telepon seluler dan perlengkapan mereka Huawei.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.