Iran Tuding Arab Saudi Giring Opini Negara Teluk di KTT GCC

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Iran Hassan Rouhani. [Daily Post]

    Presiden Iran Hassan Rouhani. [Daily Post]

    TEMPO.CO, Jakarta - Iran membantah tuduhan Arab Saudi yang menudingnya sebagai dalang penyerangan kapal tanker dan penyebab konflik Timur Tengah.

    Iran mengatakan Arab Saudi telah bersekongkol dengan Amerika Serikat dan Israel untuk menggiring opini regional terhadap Iran.

    "Juru bicara Kementerian Luar Negeri Abbas Mousavi...menolak tuduhan tak berdasar oleh para kepala negara-negara Arab tertentu ...dan mengatakan: 'Kami melihat upaya Saudi untuk menggiring opini (regional) sebagai bagian dari proses tanpa harapan yang diikuti oleh Amerika dan rezim Zionis terhadap Iran," menurut laporan kantor berita negara IRNA pada Jumat, yang dikutip Al Jazeera, 1 Juni 2019.

    Baca juga: Saudi Genjot Industri Militer, Gandeng Barat

    Komentar oleh Raja Salman bin Abdulaziz muncul ketika Arab Saudi menjadi tuan rumah dalam pertemuan darurat Dewan Kerjasama Teluk (GCC), Organisasi Konferensi Islam (OKI) dan Liga Arab di Mekah, untuk melawan pengaruh Iran yang semakin besar di Timur Tengah.

    Pernyataan negara Arab dan komunike terpisah dikeluarkan setelah KTT GCC yang lebih luas, di mana keduanya mendukung hak Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) untuk mempertahankan kepentingan mereka setelah serangan terhadap stasiun pompa minyak di kerajaan dan kapal tanker di lepas pantai UEA.

    Namun dalam tanda ketegangan regional, Irak, yang memiliki hubungan baik dengan Iran dan AS, mengatakan, pihaknya keberatan dengan komunike Arab, yang menyatakan bahwa setiap kerja sama dengan Teheran harus didasarkan pada non intervensi dari negara lain.

    Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, berfoto dengan sejumlah pemimpin negara-negara teluk seperti Raja Salman dari Arab Saudi dan Emir Qatar Sheikh Tamim Bin Hamad Al Thani. Reuters

    Menurut laporan Al Jazeera dari Teheran, Iran tahu bahwa komunike terakhir pada pertemuan itu belum tentu merupakan pendapat sebenarnya dari semua anggota GCC.

    Pemimpin Iran mengatakan Arab Saudi menyalahgunakan perannya sebagai tuan rumah bagi pertemuan OKI untuk menyebarkan kebijakan yang memecah-belah di antara para pemimpin Muslim.

    Berbicara kepada para pemimpin Arab dan Muslim sebelumnya, Raja Salman mendesak masyarakat internasional untuk menggunakan segala cara untuk menghentikan Iran dari mencampuri urusan domestik negara lain.

    Baca juga: AU Saudi Tembak Jatuh Drone Militer Kelompok Houthi

    Raja Salman mengatakan tindakan Teheran mengancam perdagangan maritim internasional dan pasokan minyak global dalam yang merupakan pelanggaran mencolok terhadap perjanjian PBB.

    "Ini adalah agresi telanjang terhadap stabilitas dan keamanan internasional kami," kata Raja Salman.

    "Tindakan kriminal Iran baru-baru ini...mengharuskan kita semua bekerja serius untuk menjaga keamanan...negara-negara GCC," tambah Raja Arab Saudi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Profil Ketua KPK Firli Bahuri dan Empat Wakilnya yang Dipilih DPR

    Lima calon terpilih menjadi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk periode 2019-2023. Firli Bahuri terpilih menjadi Ketua KPK.