Warga Belanda Jadi Tawanan 7 Tahun Tewas Ditembak Abu Sayyaf

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga Belanda Ewold Horn yang diculik dan ditawan milisi Abu Sayyaf pada Februari 2019 tewas saat berusaha melarikan diri saat terjadi pertempuran antara milisi dengan militer Filipina, 31 Mei 2019

    Warga Belanda Ewold Horn yang diculik dan ditawan milisi Abu Sayyaf pada Februari 2019 tewas saat berusaha melarikan diri saat terjadi pertempuran antara milisi dengan militer Filipina, 31 Mei 2019

    TEMPO.CO, Jakarta -  Warga Belanda yang menjadi tawanan milisi Abu Sayyaf selama 7 tahun, Ewold Horn, tewas pagi ini, 31 Mei 2019 saat berusaha melarikan diri di tengah baku tembak antara milisi dengan pasukan militer Filipina.

    Horn tewas ditembak oleh milisi Abu Sayyaf yang menjaganya saat baku tembak berlangsung selama 90 menit di Patikul, Sulu, selatan Filipina.

    Baca juga: Milisi Abu Sayyaf Bebaskan 3 WNI yang Diculik Januari 2018

    "Horn ditembak oleh seorang penjaganya saat dia berusaha lari dari Abu Sayyaf saat terjadi baku tembak pagi ini," kata Divino Rey Pabayo Jr, komandan satuan gugus tugas di Sulu, mengutip laporan ABS-CBN News.

    Jasad Horn saat ini berada di tangan militer di Sitio Bud Sub-Sub in Barangsay Pansul.

    Baca juga: Dari Separatis Menjadi Teroris, 4 Fakta Kelompok Abu Sayyaf

    Horn diculik dan ditawan milisi Abu Sayyaf yang dipimpin grup Sahiron saat mengamati burung-burung langka di desa terpencil di Tawi-Tawi pada 1 Februari 2012.

    Selain Horn, baku tembak antara milisi Abu Sayyaf dan pasukan militer Filipina telah menewaskan istri dari pemimpin grup Abu Sayyaf Radullah Sahiron, Mingayan Sahiron.

    Baca juga: ISIS, Abu Sayyaf, dan Maute Mau Dirikan Provinsi ISIS di Mindanao

    Baku tembak itu telah menewaskan 6 bandit Abu Sayyaf dan melukai lebih dari 12 lainnya.

    Di pihak militer Filipina, 8 orang terluka.

    Mengutip Channel News Asia, Kedutaan Belanda di Manila maupun pemerintah Belanda di Den Haag belum memberikan tanggapan atas kematian warganya oleh milisi Abu Sayyaf.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.