Netanyahu Pertontonkan Peta Dataran Tinggi Golan Hadiah Trump

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PM Israel Benjamin Netanyahu mempertontonkan peta Dataran Tinggi Golan hadiah dari presiden AS Donald Trump yang dibubuhi tulisan tangan Trump dengan kata Nice atau Bagus. [DAILY SABAH]

    PM Israel Benjamin Netanyahu mempertontonkan peta Dataran Tinggi Golan hadiah dari presiden AS Donald Trump yang dibubuhi tulisan tangan Trump dengan kata Nice atau Bagus. [DAILY SABAH]

    TEMPO.CO, Jakarta - Di tengah kegagalan membentuk pemerintahan koalisi hasil pemilu, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mempertontonkan peta Dataran Tinggi Golan yang diberikan presiden AS Donald Trump dan menantunya yang juga penasehat senior Trump, Jared Kushner.

    Netanyahu mengatakan, peta yang diberikan Trump menunjukkan Dataran Tinggi Golan yang telah lama dipersoalkan merupakan bagian dari wilayah Israel.

    Baca juga: Benjamin Netanyahu Gagal Bentuk Koalisi, Israel Gelar Pemilu Lagi

    "Peta ini belum diperbaharui sejak Perang Enam Hari," kata Netanyahu merujuk pada Perang Timur Tengah tahun 1967, setelah Israel merebut Dataran Tinggi Golan dari Suriah dan, dan kemudian pencaplokan itu dianggap internasional ilegal. Ya, sudah diperbarui, baru saja diperbarui... Artinya, ada perkembangan yang sangat penting di sini," Netanyahu seperti dikutip dari The Daily Sabah, 31 Mei 2019.

    Netanyahu kemudian menunjuk pada tulisan tangan Trump. "Ini tandatangan Trump dan dia menulis kata 'bagus'. Saya katakan, 'sangat bagus.'"

    Baca juga: Menang Pemilu, Benjamin Netanyahu Jadi Pemimpin Israel Terlama

    Saat sebelum pemilu berlangsung di Israel, Benjamin Netanyahu secara kontinu meningkatkan pertemanan dengan Trump guna meraih kemenangan. Dia beberapa kali mendapat hadiah politik dari Gedung Putih sebagai bukti kebijakan luar negerinya. Termasuk presiden Trump mengakui kedaulatan Israel terhadap Dataran Tinggi Golan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?