Angkatan Laut AS Pasang Senjata Laser Anti-Rudal pada 2021

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi HELIOS.[Lockheed Martin via Newatlas]

    Ilustrasi HELIOS.[Lockheed Martin via Newatlas]

    Ancaman rudal terhadap kapal telah menjadi ketakutan yang sangat nyata di antara ahli strategi angkatan laut AS dalam beberapa tahun terakhir, karena Cina telah melangkah maju dengan program rudal jarak menengah dan rudal anti-kapal.

    "Kita tahu bahwa Cina memiliki kekuatan rudal balistik tercanggih di dunia," kata James Fanell, seorang pensiunan kapten Angkatan Laut AS dan mantan perwira intelijen senior Armada Pasifik AS, kepada Reuters bulan lalu.

    "Mereka memiliki kapasitas untuk membanjiri sistem pertahanan yang kita kejar," katanya.

    Beberapa senjata berbahaya yang dikembangkan oleh Beijing termasuk YJ-12, yang memiliki jangkauan 400 kilometer, dan YJ-18, yang memiliki jangkauan 540 kilometer.

    Baca juga: Senjata Laser, Senjata Maut Pertempuran Masa Depan

    Pasukan Roket Tentara Pembebasan Rakyat Cina (PLARF) juga menggunakan rudal balistik anti-kapal seperti supersonik CM-401, yang dapat mengenai target sejauh 290 kilometer, dan rudal jarak menengah DF-26, dijuluki "Pembunuh Guam" karena kemampuan nuklir dan jangkauan 3.000-5.000 kilometer.

    PLARF juga jauh di depan AS dalam mengembangkan rudal hipersonik, Sputnik melaporkan.

    Senjata-senjata ini, yang jauh melampaui kapal-kapal AS yang bisa merespon, mengancam Angkatan Laut AS untuk ratusan mil dari garis pantai Cina, membentuk zona penyangga yang akan menghambat upaya AS untuk beroperasi, misalnya di Laut Cina Selatan atau Laut Cina Timur jika terjadi pertempuran.

    Dong Feng-21D merupakan kartu As Cina untuk melumpuhkan armada kapal induk Amerika Serikat. Rudal balistik anti kapal ini disebut-sebut sangat akurat dengan CEP (circular error probability) 30 m. Cina kini sedang mengembangkan DF-26, yang memiliki jangkauan lebih jauh. viettimes.vn

    Defense News mencatat bahwa doktrin yang kini dipakai menyerukan kapal menggunakan sistem rudal Aegis untuk menembakkan dua rudal anti-udara pada setiap ancaman yang masuk, dan kemudian hanya menembakkan lebih banyak jika salvo pertama gagal.

    Mengingat bahwa rudal-rudal ini berharga sepersepuluh ribu dari yang dilakukan oleh kapal induk AS, akan sangat efektif untuk meluncurkan kawanan rudal di armada AS karena mengetahui bahwa pertahanan anti-udara mereka hanya memiliki begitu banyak amunisi. Cepat atau lambat, rudal akan mulai melewati sistem pertahanan.

    Tujuan HELIOS adalah untuk lebih meningkatkan, kemudian menyertai sistem yang saat ini diatur oleh Aegis.

    Baca juga: Cina Pasang Rudal Balistik Incar Kapal Perang Besar Amerika

    "Senjata laser juga akan secara struktural diintegrasikan ke dalam kapal...dan terintegrasi ke dalam sistem tenaga kapal, kita tidak akan membawa magazine energi ekstra atau baterai ke kapal. Senjata laser akan sesuai dengan kekuatan kapal," kata Brandon Shelton, direktur program HELIOS Lockheed Martin, mengatakan kepada Defense News

    Namun senjata laser hanya akan mampu melibatkan begitu banyak target untuk sekali tembak, ungkap Clark, jadi sistem senjata laser tidak akan pernah sepenuhnya menggantikan rudal atau sistem lainnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.