Kisah Ibu Hamil di Singapura Melahirkan di Dalam Taksi

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang ibu hamil melahirkan di dalam taksi saat mengantarnya ke rumah sakit. Sumber: ComfortDelGro/asiaone.com

    Seorang ibu hamil melahirkan di dalam taksi saat mengantarnya ke rumah sakit. Sumber: ComfortDelGro/asiaone.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang sopir taksi di Singapura tak menyangka akan mengalami kejadian penuh ketegangan saat mengantar penumpang.

    Dikutip dari asiaone.com, Senin, 27 Mei 2019, sopir taksi itu ketahui dengan nama belakang Quek, 56 tahun, yang bekerja untuk taksi ComfortDelGro. Pada Kamis, 23 Mei 2019 sekitar pukul 10 pagi, Quek mendapatkan dua perempuan menghentikan taksinya. Quek mengetahui satu dari dua perempuan itu sedang hamil tua dan terlihat wajahnya tegang.

    Baca juga: Viral, Sopir Grab Usir Penumpang karena Beda Pilihan Capres

    Perempuan yang sedang hamil itu, akhirnya naik taksi yang dikemudikan Quek sendirian. Dia berbaring di kursi belakang dan meminta diantar ke rumah sakit ibu dan anak KKH. 

    Dia lalu mengatakan bayi dalam perutnya sudah mendorong-dorong keluar. Juru bicara taksi ComfortDelGro dalam sebuah wawancara dengan The New Paper pada Jumat, 24 Mei 2019, mengatakan saat penumpang perempuan itu mengatakan bayinya sudah mau keluar, posisi mereka sudah di halaman rumah sakit. Quek pun segera berlari ke area unit gawat darurat dan meminta pertolongan.

    Baca juga: Sopir Taksi Tolak Antarkan Penumpang Mahasiswi yang Mau Aborsi 

    Seorang dokter dan perawat lari bersama Quek dan membantu penumpang perempuan itu melahirkan bayinya di dalam taksi.     

    “Saya sungguh terkejut karena dia (penumpang) tidak berteriak sama sekali saat menahan rasa sakit melahirkan itu. Dia sangat tenang sehingga membawa mobil seperti biasa. Ini pertama kalinya seseorang melahirkan di dalam taksi saya. Namun saya lega dan gembira karena ibu dan bayinya selamat,” kata Quek.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.