Agen MI6 Inggris Selundupkan Rahasia Tu-160 Rusia Pakai Kotak Teh

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juru bicara Angkatan Udara Kerajaan Inggris mengatakan bahwa sebelum memasuki Laut Utara, pesawat pembom Tu-160 dicegat oleh pesawat tempur beberapa negara. Tidak jelas ke mana bomber Tu-160 terbang setelah dicegat pesawat tempur sejumlah negara. Royal Air Force via AP

    Juru bicara Angkatan Udara Kerajaan Inggris mengatakan bahwa sebelum memasuki Laut Utara, pesawat pembom Tu-160 dicegat oleh pesawat tempur beberapa negara. Tidak jelas ke mana bomber Tu-160 terbang setelah dicegat pesawat tempur sejumlah negara. Royal Air Force via AP

    TEMPO.CO, Jakarta - Mata-mata MI6 Inggris menyembunyikan informasi pertahanan rahasia dalam satu kotak teh celup di atas pesawat pengebom Rusia Tu-160M yang terbang ke Venezuela.

    Rencana itu digagas oleh MI6 yang bekerja dengan CIA dan Mossad, badan intelijen nasional Israel, untuk mendapatkan informasi tentang peningkatan sistem pesawat pengebom supersonik Tupolev Tu-160 atau yang dikenal Blackjack.

    Rencana melibatkan awak Rusia yang tidak sadar minum teh selama penerbangan dari Rusia ke Caracas dengan rahasia yang tersimpan di bagian bawah paket yang diselundupkan oleh sumber Barat di Rusia.

    Baca juga: Dubes Amerika di Venezuela Sebut Jet Tempur Rusia Barang Museum

    Menurut laporan Daily Mail, 27 Mei 2019, rahasia pertahanan merinci peningkatan jutaan poundsterling oleh Rusia untuk meningkatkan kemampuan pengebom supersonik Tu-160.

    Peningkatan bomber telah mengubah kemampuan pertahanannya yang membuatnya sulit bagi jet tempur musuh untuk menguncinya dalam sasaran, menurut The Sunday Express.

    Angkatan udara Barat menginginkan lebih banyak informasi tentang kerentanan Blackjack.

    Baca juga: MI6 Ubah Manual Bom Al-Qaeda Jadi Resep Cupcake

    Setelah mengidentifikasi sumber yang dapat mengungkapkan informasi tersebut, badan intelijen mulai bekerja untuk mengekstraksi informasi dari Rusia, tanpa ingin mengirim mata-mata ke negara itu.

    Setelah serangan Novichok di Salisbury tahun lalu, ketegangan diplomatik antara Barat dan Rusia sudah di ambang batas dan agen-agen harus membuat rencana untuk mendapatkan rahasia-rahasia itu.

    Presiden Vladimir Putin tandatangan pembelian 10 pesawat pengebom strategi TU-160M

    Plot akhirnya dilaksanakan di waktu dan tempat yang tak terduga, ketika mata-mata mendapati Putin mengirim dua Blackjack ke Venezuela dalam bentuk dukungan kepada Presiden Nicolas Maduro pada bulan Desember 2018.

    Baca juga: Putin Beli 10 Pesawat Pengebom TU-160M Senilai Rp 3,5 Triliun

    Rusia bergantung pada penjualan kembali minyak dan gas Venezuela dan menandatangani perjanjian dengan Hugo Chavez pada 2008. Putin mengambil kesempatan ini untuk mengirim pengebom di lepas pantai AS.

    Rencana itu dilakukan di salah satu Blackjack. Paket intelijen disimpan di bagian bawah sebungkus teh Caravan Rusia di atas bomber.

    Agen bahkan harus menghitung berapa banyak teh yang akan diminum pilot selama penerbangan 13 jam.

    Jika teh di dalamnya terlalu banyak, maka paket itu tidak akan dibuang.

    Ketika pesawat mendarat di bandara Simon Bolivar di Venezuela, seorang agen mengambil paket yang dibuang dan kemudian membawanya ke petugas CIA yang menunggu di sebuah hotel di Caracas.

    Lihat juga: Tu-160 Blackjack, Pesawat Pembom Maut Andalan Rusia

    Rahasia-rahasia itu dibawa ke AS untuk dianalisis sebelum dibagikan dengan pasukan Inggris dan NATO.

    "Satu jam setelah pendaratan, sejumlah sampah, yang termasuk paket teh, diambil dari pesawat saat sedang diisi bahan bakar," kata sumber intelijen.

    "Paket itu, yang berisi sejumlah kecil teh, termasuk di antara barang-barang yang ditempatkan di tempat pembuangan sampah."

    Setelah paket intelijen dalam teh berhasil dikirim, angkatan udara Barat telah dapat menggunakan informasi tersebut agar jet tempur mereka bisa mengadaptasi peningkatan kemampuan pesawat pengebom Rusia Tu-160M.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.