Dari dalam Bui, Julian Assange Kirim Surat Minta Tolong Jurnalis

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Julian Assange terlihat di sebuah mobil polisi, setelah dia ditangkap oleh polisi Inggris, di London, 11 April 2019. [REUTERS / Henry Nicholls]

    Julian Assange terlihat di sebuah mobil polisi, setelah dia ditangkap oleh polisi Inggris, di London, 11 April 2019. [REUTERS / Henry Nicholls]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pendiri WikiLeaks Julian Assange menulis surat dari dalam penjara meminta pertolongan kepada sejumlah jurnalis independen.

    Julian Assange saat ini ditahan di penjara Belmarsh Inggris. Ia telah mengirim surat kepada beberapa jurnalis independen, salah satunya membagikan surat itu kepada situs berita The Canary di Bristol, menurut laporan Sputnik, 25 Mei 2019.

    Baca juga: Didakwa 18 Dakwaan di AS, Julian Assange Terancam 175 Tahun Dibui

    Dalam surat yang ditulis tangan, Assange mengeluh bahwa dia telah kehilangan kemampuan membela diri. Dia mengaku tidak memiliki laptop, tidak ada koneksi internet dan bahkan tidak ada akses perpustakaan.

    Menurut surat itu, ia harus menunggu berminggu-minggu untuk telepon. Selain itu, pihak berwenang merekam dan menyaring semua panggilan kecuali saat percakapan dengan pengacara.

    "Sisi lain? Negara adikuasa yang telah mempersiapkan diri selama 9 tahun, dengan ratusan orang dan jutaan dolar yang tak terhitung dihabiskan untuk kasus ini," tulis Assange, diikuti dengan seruan bagi orang-orang di luar untuk menolong dirinya.

    Baca juga: Pemred WikiLeaks Yakin Swedia Ekstradisi Julian Assange ke AS

    "Saya tidak berdaya dan mengandalkan Anda dan orang lain dengan karakter yang baik untuk menyelamatkan hidup saya," kata surat itu.

    "Saya tidak putus asa, meskipun secara harfiah dikelilingi oleh para pembunuh, tetapi hari-hari di mana saya bisa membaca dan berbicara untuk mempertahankan diri sendiri, ide-ide, dan orang-orang saya selesai sampai saya bebas! Semua orang harus menggantikan peran saya."

    Julian Assange. AP/Matt Dunham

    Assange menuduh unsur-unsur di pemerintah AS yang membenci kebenaran, karena mencoba mengatur ekstradisi dan hukuman mati di AS, sebelum mengingatkan pembaca bahwa ia telah dinominasikan untuk Hadiah Perdamaian Nobel tujuh kali untuk pekerjaan jurnalismenya.

    "Kebenaran, pada akhirnya, hanyalah yang kita miliki," pungkas Assange.

    Baca juga: 6 Dokumen Rahasia Penting AS yang Dibocorkan WikiLeaks

    Assange saat ini menjalani hukuman 50 minggu karena melewatkan jaminan. Amerika Serikat telah mendakwa Julian Assange atas 17 dakwaan baru di bawah Undang-Undang Spionase dan satu dakwaan sebelumnya, membuatnya terancam penjara 174 tahun.

    Pada tanggal 3 Juni, pengadilan Inggris akan melakukan dengar pendapat tentang ekstradisi Julian Assange ke Swedia, sementara permintaan ekstradisi AS akan ditinjau pada 12 Juni.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.