Bahrain Minta Warganya Segera Tinggalkan Iran dan Irak

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat tempur  F/A-18F Super Hornet mendarat di dek kapal induk USS George H. W. Bush di Selat Hormuz, Teluk Persia, 20 Maret 2017. REUTERS/Hamad I Mohammed

    Pesawat tempur F/A-18F Super Hornet mendarat di dek kapal induk USS George H. W. Bush di Selat Hormuz, Teluk Persia, 20 Maret 2017. REUTERS/Hamad I Mohammed

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Bahrain, sekutu dekat Amerika Serikat, kemarin, 18 Mei 2019 meminta warganya untuk secepatnya keluar dari Iran dan Irak demi keselamatan mereka.

    Baca juga: Trump Salahkan Penasehatnya Arahkan AS Perang dengan Iran

    Bahrain juga mengingatkan warganya untuk tidak berkunjung ke Irak dan Iran sehubungan permusuhan yang semakin tajam antara Iran dan AS.

    "Situasi regional tidak stabil, perkembangan membahayakan dan potensi ancamanan," ujar pernyataan Kementerian Luar Negeri Bahrain seperti dikutip dari Reuters, 19 Mei 2019.

    Baca juga: Iran Terancam Berperang dengan AS, Apa Reaksi Penduduk Teheran?

    Sebelumnya, Washington pada hari Rabu lalu memerintahkan para staf non-darurat di Kedutaan AS di Baghdad, Irak untuk pulang karena khawatir akan permusuhan dengan Iran.

    Exxon juga telah mengevakuasi staf warga asing dari ladang minyak di Irak. Milisi Syiah di Irak merupakan sekutu Iran.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.