Intelijen AS Sebut Kapal Rudal Iran Berlayar di Teluk Persia

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal induk kelas Nimitz USS Abraham Lincoln transit di Terusan Suez di Mesir, 9 Mei 2019. Foto diambil pada 9 Mei 2019. [Dan Snow / US Navy / REUTERS]

    Kapal induk kelas Nimitz USS Abraham Lincoln transit di Terusan Suez di Mesir, 9 Mei 2019. Foto diambil pada 9 Mei 2019. [Dan Snow / US Navy / REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pejabat intelijen memiliki foto rahasia kapal rudal Iran berlayar di Teluk Persia untuk menunjukkan kekuatan terhadap gugus tempur AS di sana.

    Laporan ini pertama kali diterbitkan oleh New York Times. Sementara Washington Post melaporkan Presiden Donald Trump diduga frustasi atas pendekatan yang dilakukan oleh penasihat keamanannya terhadap Iran.

    Baca juga: Ditekan Amerika Serikat, Iran Masih Belum Mau Dialog

    Menurut laporan CNN, 18 Mei 2019, intelijen AS menunjukkan kapal Iran dengan rudal balistik jarak pendek beredar di Teluk Persia. Laporan intelijen ini disebut sebagai salah satu alasan AS mengerahkan gugus tempur kapal induk dan pesawat pengebom B-52 ke wilayah Teluk, menurut beberapa pejabat AS.

    Foto rudal Iran adalah informasi intelijen yang membuat Gedung Putih bertindak atas ancaman Iran, menurut laporan New York Times pada Rabu kemarin.

    Kapal induk AS USS Abraham Lincoln difoto saat sedang melakukan perjalanan melalui Terusan Suez di Mesir 9 Mei 2019. [Bud Kinsey / via REUTERS]

    Bagaimanapun dua pejabat AS mengatakan kepada New York Times bahwa foto intelijen ini tidak kurang meyakinkan untuk ancaman Iran. Foto ini belum dirilis oleh Departemen Pertahanan.

    Foto lain menunjukkan Korps Garda Revolusi Iran, yang dimasukkan Trump ke dalam daftar teroris, sedang mengangkut rudal ke kapal dan sejumlah pelabuhan Iran, menurut dua pejabat yang mengetahui laporan intelijen ini.

    Baca juga: Trump Salahkan Penasehatnya Arahkan AS Perang dengan Iran

    Laporan intelijen ini memicu perdebatan di antara Gedung Putih, Pentagon, CIA dan sekutus AS lainnya terkait adanya ancaman Iran.

    Sementara Washington Post melaporkan bahwa Trump telah marah dan kesal atas apa yang ia yakini sebagai "rencana perang" dari penasihat utamanya, termasuk John Bolton, yang telah mengadvokasi perubahan rezim di Teheran. Trump khawatir bahwa AS dapat terjebak ke dalam konfrontasi militer dengan Iran, dan sebaliknya ingin mengejar pendekatan diplomatik untuk mengurangi ketegangan, ungkap beberapa pejabat AS.

    Baca juga: Parlemen AS: Tidak Ada Perang dengan Iran Tanpa Seizin Kongres

    Pada hari Kamis, pemerintahan Trump menjadwalkan rapat rahasia tentang Iran dengan para pemimpin kongres dari kedua partai dan anggota Partai Republik dan Demokrat dari DPR dan komite intelijen Senat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Skenario Satu Arah Pada Arus Mudik 2019 di Tol Jakarta - Cikampek

    Penerapan satu arah ini dilakukan untuk melancarkan arus lalu lintas mudik 2019 dengan memanfaatkan jalur A dan jalur B jalan Tol Jakarta - Cikampek.