Donald Trump Ingin Rombak Sistem Imigrasi Amerika Serikat

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden AS Donald Trump menyampaikan pidato yang disiarkan televisi dari mejanya di Oval Office mengenai imigrasi dan perbatasan AS pada hari ke 18 penutupan pemerintahan di Gedung Putih, Washington, AS, 8 Januari 2019. [REUTERS / Carlos Barria[

    Presiden AS Donald Trump menyampaikan pidato yang disiarkan televisi dari mejanya di Oval Office mengenai imigrasi dan perbatasan AS pada hari ke 18 penutupan pemerintahan di Gedung Putih, Washington, AS, 8 Januari 2019. [REUTERS / Carlos Barria[

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengajukan proposal perombakan system imigrasi Amerika Serikat agar lebih menguntungkan bagi usia muda yang berpendidikan dan fasih berbahasa Inggris, ketimbang mereka yang memiliki ikatan darah dengan warga Amerika Serikat.

    Rencananya, perombakan sistem imigrasi ini akan didorong oleh Trump saat mencalonkan diri lagi dalam pemilu 2020. Proposal ini masih belum disorongkan ke Kongres Amerika Serikat.

    Baca juga: Tersindir, Trump Sebut New York Times Akan Hilang dalam 6 Tahun  

    Gagasan soal perombakan sistem imigrasi ini langsung disoroti oleh politikus Partai Demokrat dan kelompok advokasi imigrasi. Mereka menyebut rencana ini sebagai upaya untuk menyatukan politikus Partai Republik menjelang pemilu Amerika Serikat tahun depan dan pemilihan anggota kongres.           

    “Jika untuk sejumlah alasan atau kemungkinan politik kami tidak bisa mendapatkan persetujuan dari Partai Demokrat, maka kami akan mendapatkan persetujuan itu secepatnya setelah pemilu ketika kami kembali ke DPR, mempertahankan posisi kami di senat dan tentu saja menguasai kepresidenan,” kata Trump seperti dikutip dari reuters.com, Jumat, 17 Mei 2019.        

    Baca juga: Anggaran Imigrasi Ditolak, Donald Trump Ancam Tutup Pemerintahan 

    Anak-anak ikut dalam aksi demo di depan kantor Imigrasi dan Bea Cukai di Miramar, Florida, 1 Juni 2018. Langkah Donald Trump memisahkan para orang tua imigran dari anak-anaknya di perbatasan Amerika Serikat-Meksiko menarik kecaman dari PBB, uskup Katolik Roma, dan kelompok kemanusiaan lain. AP

    Saat ini sekitar dua per tiga dari 1,1 juta orang boleh beremigrasi ke Amerika Serikat setiap tahunnya melalui layanan green cards. Fasilitas itu selama ini memberikan status penduduk tetap kepada para pendatang dengan pertimbangan ikatan keluarga.

    Dalam proposalnya, Trump ingin mempertahankan jumlah pendatang yang boleh ke negaranya, namun dia ingin ada perubahan terkait syarat orang yang boleh diterima masuk, dimana cara ini mirip dengan yang diberlakukan oleh Kanada. Dalam proposal Trump, 57 persen green cards akan diberikan pada mereka yang punya keterampilan dan sudah punya pekerjaan di Amerika Serikat.  

    Dalam proposal itu, Trump juga ingin mengakhiri sistem undian yang diberikan kepada para pelamar dari sejumlah negara yang punya kesempatan rendah untuk tinggal di Amerika Serikat. Dia menekankan ingin memfokuskan menerima pendatang berotak encer dan punya keterampilan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.