Polisi Amerika Masuk Kedutaan Venezuela, 4 Aktivis Ditahan

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Venezuela, Nicolas Maduro (kiri) dan Presiden interim Venezuela, Juan Guaido (kanan) sedang berunjuk rasa menggalang dukungan publik. Las2orillas

    Presiden Venezuela, Nicolas Maduro (kiri) dan Presiden interim Venezuela, Juan Guaido (kanan) sedang berunjuk rasa menggalang dukungan publik. Las2orillas

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah aparat kepolisian pada Kamis, 16 Mei 2019 menerobos masuk kantor Kedutaan Besar Venezuela di kota Washington DC, Amerika Serikat. Empat aktivis anti-kudeta yang berkemah di dekat kantor kedutaan, ditahan. 

    Para aktivis anti-kudeta itu, mendirikan tenda sebagai upaya mencegah gedung Kedutaan direbut oleh para pendukung pemimpin oposisi Juan Guaido. Empat aktivis ditahan setelah lebih dari sebulan tinggal di tenda di depan kantor Kedutaan Besar Venezuela di Washington DC. 

    Guaido, yang mengaku sebagai presiden sementara Venezuela, pada April lalu gagal melakukan kudeta untuk mendongkel pemerintahan Presiden Nicolas Maduro. Namun Amerika Serikat masih mengakuinya sebagai otoritas yang sah di Venezuela.

    Baca juga : Warga Venezuela Mengais Keranjang Sampah Demi Dapat Makanan 

    Baca juga: Cina Kirim 21 Juta Alat Medis dan Obat-obatan untuk Venezuela

    Sejumlah foto yang beredar memperlihatkan aparat kepolisian bersenjata berat mengepung gedung kantor kedutaan. Tak lama, sebuah mobil ambulance tiba di lokasi. Masih belum diketahui siapa yang membutuhkan bantuan ambulance dan mengapa.

    Dikutip dari rt.com, Jumat, 17 Mei 2019, Wakil Menteri untuk hubungan Amerika Utara, Calos Ron, mengatakan Venezuela tidak pernah memberikan otorisasi kepada pihak berwenang Amerika Serikat untuk memasuki gedung kantor kedutaannya di Washington. Di bawah undang-undang konvensi Wina 1961, area kantor kedutaan merupakan wilayah kedaulatan negara yang mendirikan kantor tersebut sehingga jika terjadi tindak kekerasan maka sama dengan menciderai hukum internasional.     

    “Amerika Serikat tidak mengakui otoritas staf Presiden Nicolas Maduro dan mendesak para aktivis angkat kaki secepatnya,” demikian bunyi tulisan di salah satu dinding gedung kedutaan Venezuela di Washington sehari sebelum penggeledahan dilakukan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.