Kekeringan, Masyarakat Korea Utara Terancam Kelaparan

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengibarkan bendera Korea Utara saat parade peringatan 70 tahun berdirinya Partai Buruh Korea (PBK) di Pyongyang, Korea Utara, 10 Oktober 2015. Korea Utara mempunyai tiga partai politik, yaitu Partai Buruh Korea, Partai Demokratik Sosial Korea dan Partai Chongu Chondois. AP/Wong Maye-E

    Warga mengibarkan bendera Korea Utara saat parade peringatan 70 tahun berdirinya Partai Buruh Korea (PBK) di Pyongyang, Korea Utara, 10 Oktober 2015. Korea Utara mempunyai tiga partai politik, yaitu Partai Buruh Korea, Partai Demokratik Sosial Korea dan Partai Chongu Chondois. AP/Wong Maye-E

    TEMPO.CO, Jakarta - Korea Utara terancam mengalami kekeringan menyusul turunya curah hujan dan salju hingga ke titik terendah dalam 37 tahun terakhir. Kondisi ini bakal memperparah situasi di negara itu setelah PBB menyuarakan kekhawatiran akan kurangnya pasokan bahan makanan ke Korea Utara akibat sanksi.

    Dikutip dari asiaone.com, Kamis, 16 Mei 2019, terhitung mulai Januari sampai awal Mei 2019, Korea Utara hanya mendapatkan 54,4 milimeter hujan atau salju. Jumlah itu terendah sejak 1982 pada periode yang sama. Kantor berita KCNA menggambarkan situasi ini sebagai kekeringan ekstrim.

    Baca juga: Korea Utara Melawan, Tuntut AS Kembalikan Kapal Batu Bara

    Seorang pria membakar bendera Korea Utara dengan foto pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, pemimpin Kim Jong Il dan Kim Il Sung saat unjuk rasa di luar Paviliun Imjingak di Paju, Korea Selatan, 27 April 2018. (AP Photo/Lee Jin-man)

    Baca juga: Duta Besar Korea Utara Menghilang Setelah Ajukan Suaka Politik

    Pada April lalu, Badan PBB yakni WFP dan FAO dalam sebuah laporan bersama mengungkap hasil panen Korea Utara pada tahun lalu telah menyentuh level terendah sejak 2008. Itu artinya, diperkirakan sekitar 10 juta orang atau 40 persen dari total populasi Korea Utara dalam kondisi amat membutuhkan makanan.

    "Situasi ini bisa terus memburuk jika bergantung pada musim dari Mei sampai September 2019 dan jika tidak ada tindakan yang diambil untuk mengatasi masalah kemanusiaan," tulis laporan PBB itu.

    Direktur Eksekutif WFP David Beasley pada awal pekan ini di Seoul mengatakan pihaknya sangat waswas dengan kondisi pangan di Korea Utara. Sedangkan Kementerian Unifikasi Korea Selatan pada Selasa, 14 Mei lalu mengatakan penting untuk mengirimkan bantuan makanan ke Korea Utara pada Mei dan September seperti direkomendasikan WFP.

    Sebelumnya pada 2017 lalu, Seoul telah berniat mengirimkan bantuan makanan senilai US$ 4,5 juta atau sekitar Rp 65 miliar ke Korea Utara melalui WFP. Akan tetapi, hal itu belum terwujud karena Pyongyang melakukan uji coba senjata pada tahun tersebut. Saat ini, kepresidenan Korea Selatan mengatakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sudah mendukung rencana Seoul untuk memberikan bantuan kemanusiaan ke Korea Utara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.