Penambakan di Christchurch Bakal Dibuat Film

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi menangkap Brenton Tarrant, teroris penembakan masjid, di Brougham St, Christchurch, Selandia Baru, setelah menabrakkan mobilnya, 15 Maret 2019.[Stuff.co.nz]

    Polisi menangkap Brenton Tarrant, teroris penembakan masjid, di Brougham St, Christchurch, Selandia Baru, setelah menabrakkan mobilnya, 15 Maret 2019.[Stuff.co.nz]

    TEMPO.CO, Jakarta - Penambakan massal di dua masjid di kota Christchurch, Selandia Baru pada 15 Maret lalu, bakal difilimkan. Film itu nantinya akan berjudul 'Hello Brother'.

    Moez Masoud, Produser Film asal Mesir mengatakan film itu sedang dalam proses pembuatan. Judul 'Hello Brother' diambil berdasarkan ucapan seorang laki-laki tua Afganistan yang menyambut pelaku penembakan di pintu masjid Al Noor. Laki-laki itu ditembak dibagian kepala dan tewas bersama 49 korban lainnya.

    Menurut Masoud, kata yang diucapkan laki-laki tua Afganistan itu secara tak langsung menggambarkan seruan perang melawan kebencian. Pembuatan film ini dilakukan berselang dua bulan setelah kejadian penembakan.

    "Di kota Christchurch pada 15 Maret lalu, dunia menjadi saksi tindak kejahatan yang tak terkatakan melawan kemanusiaan," kata Masoud, dalam festival film Cannes, Rabu, 15 Mei 2019.

    Baca juga: Di Prancis, JK Ingatkan Tangkal Terorisme Sejak Muda

    Dua orang wanita menangis saat menghadiri upacara peringatan atau National Remembrance Service pada korban serangan teror di dua masjid Selandia Baru di Hagley Park, Christchurch, 29 Maret 2019. REUTERS/Jorge Silva

    Baca: Lembaga Intelijen Global Investigasi Teror di Selandia Baru

    Dia mengatakan timnya saat ini sudah berada di Selandia Baru untuk menemui mereka yang selamat dari serangan penembakan massal dan keluarga koban. Kisah dalam 'Hello Brother' dijanjikan akan membawa para penonton satu langkah pada proses penyembuhan yang membuat seluruh pihak akan saling memahami.

    Saat dikonfirmasi soal pembuatan film 'Hello Brother', Asosiasi Umat Islam kota Christchurch mengatakan pihaknya belum dihubungi dan belum ada proposal yang disorongkan pada lembaga itu. Hanya pada Selasa, 14 Mei 2019, seorang laki-laki mengunjungi Masjid Al Noor menyampaikan sejumlah ide terkait film dan sejenisnya.

    "Kami tak bisa menghentikan proyek film jika pembuat film bermaksud memfilmkan kejadian ini. Namun Asosiasi Umat Islam memiliki martabat dan privasi untuk komunitas kami dan martabat mereka yang masih hidup adalah yang terpenting," tulis Asosiasi tersebut.

    Dalam film 'Hello Brother', Masoud juga bertugas sebagai pembantu penulis skrip, sedangkan film ini rencananya diproduksi oleh Acamedia Pictures. Perdana Menteri Selandia Baru, Jecinda Ardern, mengatakan penembakan massal di kota Christchurch adalah sejarah terkelam negara itu yang selama ini dikenal aman.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Skenario Satu Arah Pada Arus Mudik 2019 di Tol Jakarta - Cikampek

    Penerapan satu arah ini dilakukan untuk melancarkan arus lalu lintas mudik 2019 dengan memanfaatkan jalur A dan jalur B jalan Tol Jakarta - Cikampek.